FANDOM


Luffy dan yang lainnya sedang menunggangi seekor naga yang merayap di kaki gajah raksasa, Zou, lalu secara mengejutkan sesuatu meluncur ke arah mereka. "Sesuatu terbang ke arah kita!!"

"E-Teh-Teh-Teh-Teh!!" bunyi mahluk yang menuju ke arah mereka, yang ternyata seekor kera. Ya, seekor mahluk yang fisiknya menyerupai kera atau monyet bertopi. "Teh-Teh-Teh!!!"

"Eteh?" Luffy bertanya-tanya.

"Ah iya, para ninja mengeluarkan bunyi seperti itu saat mereka lari..." ucap Kanjuro. Ia duduk paling belakang dan tampaknya tak bisa melihat apa yang meluncur ke arah mereka.

"Teh-Teh!!!" monyet itu terus meluncur. "Awas!!!" Luffy dan yang lainnya pun menyampingkan tubuh mereka.

Bukannya menyingkir, Kanjuro malah menutup kedua mata Kinemon dengan telapak tangannya sambil berkata, "Teknik Ninja, Tutup Mata no Jutsu!!! Hayo tebak aku siapa??"

"Apa itu kau, Kanjuro!? Hehe, tak ada orang lain selain kau kan di belakangku.." ucap Kinemon sambil tersenyum. Karena matanya tertutup, ia tak sadar kalau orang-orang di depannya sudah menyingkir menghindari monyet itu, dan karena Kinemon tak menyingkir pandangan Kanjuro pun ikut terhalangi.

"Awas, kalian berdua!!!!" seru yang lain.

"Eh!?"

Jduakkk!!! Sebelum sempat menghindar Kinemon dan Kanjuro keburu tertabrak oleh monyet itu hingga mereka pun terlempar dari naga dan jatuh menuju laut.

"Kinemon!!! Kanjuro!!!!" "Gyaaaaahhh!!!"

"Oh tidak mereka berdua jatuh!!" jerit Luffy. "Sial!! Apa sebenarnya itu tadi!?" teriak Usopp.

"Aku tak tahu!! Kelihatannya seperti orang dengan beberapa pisau meluncur dan menusuknya sampai berdarah-darah... Tapi mungkin juga itu monyet!!" ucap Robin.

"Kenapa bisa kepikiran jawaban pertama seperti itu woi!?"

"Kinemon!! Kanjuro!!" teriak Usopp. "Apa mereka tercebur ke laut!?" "Kita harus menolong mereka!!"

Tiba-tiba terdengar suara Kinemon, "Kami baik-baik saja..." "Itu Kinemon!! Dia masih hidup!!" ucap Luffy.

"Pergilah tanpa kami, kami akan menyusul!!" ucap suara itu lagi.

"Tidak mungkin, kami tak akan meninggalkan kalian!!" "Kami akan kembali turun!!"

"Hei naga... Putar arah..." ucap Zoro, namun, untuk terus merangkak maju saja naga itu sudah terlihat begitu kelelahan..

"Naha!! Putar balik!!" ucap Usopp, namun yah, naganya makin tampak kelelahan dan tak berdaya....

"Mohon maaf soal ini..." ucap suara tadi.

"Uh... Sudahlah, sepertinya kita akan segera sampai... Kelihatannya dia kelelahan sekali..." ucap Luffy.

"Imut sekali..." pikir Robin.

"Maaf ya kami duluan!! Sampai jumpa lagi di atas sana!!" "Baik!!"

"Masuk tanpa izin itu tak bisa dimaafkan!! Cepat pergi sana!!"

"Eh?" Franky menoleh ke bawah, "Sepertinya aku mendengar suara yang tidak familiar... Apa cuma perasaanku saja?"

Naga itu terus berjuang sepenuh tenaga untuk terus maju, meski keringat dan ingusnya terus mengalir, ia terus berjuang. "Kamu pasti bisa...!!" dukung Robin dalam hati.

Naga itu terus merangkak, perlahan dengan penuh perjuangan, sampai akhirnya ujung pun terlihat. "Aku bisa melihat puncaknya!!!"

"Ayo!! Sedikit lagi!! Kau pasti bisa!!!" "Maju, Maju!! Naga!! Ayooo!!!"

"Ayo maju Ryunosuke!!" "Ryunosuke!!!" "Ryunosuke!!!"

Nama naga itu Ryunosuke, ia terus merangkak. "Kau bisa!!! Ayo!!!"

Dan akhirnya mereka pun sampai puncak. "Akhirnya kita sampai!!!"

Luffy dan yang lainnya tiba di tempat tujuan dengan selamat. Naga tadi pun tersenyum, "Ryuu..."

"Ryunosuke..."

Ryunosuke tersenyum, dan perlahan ia kembali menjadi lukisan tinta. "Jadi kamu akan kembali lagi menjadi gambar ya..." Robin mengeluasnya sambil berlinang air mata, terharu.

Dan ya, naga itu pun menghilang... "Hei!! T--Tunggu!!!" "Ryunosuke!!!"

Ryunosuke kembali menjadi lukisan yang tertempel di kulit gajah. "Ryunosukeeee!!!!" Franky berteriak sambil berlinang air mata. "Ryuuuuunosukeeeeee!!!!"

Naga itu memang telah pergi, namun bayangan tentangnya akan terus tersimpan di hati kita semua...

Tapi, sepertinya tidak semuanya... "Konyol sekali..." ucap Law. "Sejak awal gambarnya memang sudah jelek.." tambah Zoro.

"Hei, minta maaf kalian berdua!!!" bentak Usopp. "Dia sudah berjuang keras supaya kita sampai ke sini!!!"

"Kita berada di wilayah yang tidak kita ketahui, kita tak boleh buang-buang waktu seperti ini." ucap Zoro. "Dan yang terpenting, kalian teruslah fokus dan jalan!"

Mereka berjalan, dan kemudian sampai di depan sebuah gerbang besar. "Lihat!! Itu pintu masuk negeri ini!!" "Jadi memang ada penduduk di punggung gajah ini ya?" "Tapi sepertinya tak ada penjaga sama sekali..."

"Para penduduk tempat ini agak ceroboh ya..." "Hah, ngomong-ngomong soal ceroboh..."

Luffy sudah berdiri di puncak gerbang itu sambil berteriak, "Hei Usopp!!! Coba lihat ini!!!!" "Bagaimana bisa cepat sekali di atas sana!?"

"Keren sekali!!!!" teriak Luffy saat melihat hamparan banunan dan tumbuhan berbentuk unik yang berada di balik gerbang. "Semua ini ada di punggung gajah raksasa, sebuah negeri!!!"

Usopp menyusul Luffy melewati tangga dan ikut terkagum-kagum.

"Hebat... Ada yang seperti ini di punggung gajah!?" "Ada hutan, sungai, dan bahkan kota!!" "Keren sekali... Kita seperti ada di pulau lain!!"

"Tapi kotanya..." Usopp melihat dengan teropong, "Ada yang..."

"Yahoooo!!!" Luffy tak mendengarkan kata-kata Usopp dan langsung melompat terjun menuju negeri itu.

"Luffy melompat!!" teriak Zoro. "Dia memang begitu... Apa kau melihat sesuatu?" tanya Zoro. "Uh, tidak dari jarak ini.." ucap Usopp.

"Zoro, apa kau yakin kita tak perlu menunggu Kinemon?" tanya Robin. "Tempat ini memang besar, tapi kurasa tak ada yang tak bisa ia tangani, jadi ayo jalan terus.." ucap Zoro.

"Untuk apa sampai melompat segala, gerbangnya tak terkunci..." "Tunggu aku!!!" Usopp kembali turun.

"Kelihatannya gerbang ini bukan terbuka, tapi seseorang memaksa masuk..." ucap Law. Ia melihat gerbang itu, tampak bekas pintu namun pintunya sudah tak ada, seolah pintu-pintu gerbang itu telah dihancurkan secara paksa.

"Ya, bagian ini juga kelihatan aneh..."

Baru beberapa meter masuk, sudah tampak pohon-pohon yang ambruk dan rusak parah. "Terlalu besar jangkauannya kalau ini ulah binatang..."

"Bekas kehancurannya jelas sekali, dan masih baru! Hei, apa kalian pikir mereka baik-baik saja?" "Yah, sebaiknya kita bersiap-siap..." ucap Zoro, bersiap dengan pedangnya.

"Eeh!? Kau bahkan belum tahu orang-orang seperti apa yang tinggal di tempat ini dan sudah memperlakukan mereka seperti musuh!?" ucap Usopp.

"Uukh...." "Dataran ini bikin sulit jalan saja.." ucap Zoro. "Yah, bagaimana pun ini kulit gajah..." ucap Law. "Tempat yang aneh bagi bunga untuk tumbuh..."

Tanpa mereka sadari, seseorang mengawasi mereka dari balik semak-semak, seorang gadis berwajah hewan.

"Apa yang terjadi dengan Bariete!? Beberapa Mink baru saja melewati pintu itu.." "Jadi dia sudah dikalahkan ya..."

Di sisi Luffy, ia sudah berlari masuk jauh ke dalam kota. "Whoah!! Kotanya!!! Tak ada seorang pun di sini, dan kotanya sudah runtuh!?"

Luffy kemudian berteriak-teriak memanggil, "Heii!!! Sanji!!! Nami!!! Chopper!!!! Brooook!!! Ah... Dan si gas itu.. Tapi terserah lah..."

Kembali ke Zoro dan yang lainnya... "Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Aku tak mencium bau bubuk misiu, atau pun gas..." ucap Franky.

"A-Apa yang terjadi... Tak bisakah sekali-sekali kita pergi ke tempat yang damai??" Usopp ketakutan.

Lalu terdengar suara dari balik semak-semak. "Eh!? Apa itu!? Apa kalian dengar sesuatu!?" Usopp kaget, sementara Zoro dan Law sudah bersiaga dengan pedang mereka.

"Serahkan ini padaku..." ucap Zoro, lalu ketika whuss!! Gadis berwajah hewan melesat dari semak-semak menuju ke arahnya, Zoro menebaskan pedangnya.

Gadis itu melayang, bermaneuver di udara dan menghindari tebasan Zoro. "Dia melayang!?"

Gadis itu lalu berbelok dan menusuk dengan kuku-kuku tajam dari tangannya. Namun, Zoro mampu bertindak cepat dan menahan dengan pedangnya.

"Tunggu!!!" rekan gadis itu berteriak, "Hentikan, Carrot!!"

Gadis berwajah hewan lainnya muncul sambil menunggangi seekor binatang besar mirip babi hutan.

"Gyaaaa!!!" jerit Usopp.

"Biarkan saja mereka!! Kita harus mengurus penyusup di Hutan Paus!!"

Seorang gadis berwajah hewan yang membawa pedang dan menunggangi seekor babi hutan raksasa. "Whoah!! Hewan yang bicara!!?"

"Suku Mink..." ucap Law.

Lalu saat melihat bra yang dikenakan oleh gadis hewan itu, Usopp sadar, "Eeh!? I-Itu kan... Milik Nami!?"

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.