FANDOM


Zo, 10 hari yang lalu. Asap beracun menyelimuti segala penjuru hutan. Sanji dan Chopper pergi memeriksa keadaan bersama Caesar dibawah paksaan. "Mengerikan sekali... Siapa yang mengira jika negeri ini hancur oleh gas beracun!?" kata Sanji.

"Shurororo... Ini lebih dari yang aku harapkan! Dahsyat sekali!" kata Caesar diam-diam tersenyum.

Hm?

BOGEHHHH!!!

"Puoooh! Kenapa kau memukulku!? Lagi pula bukan aku yang melakukannya!"

"Jika kau tidak membuatnya sejak awal, takkan ada orang yang jadi korban, dasar bodoh! Kau seharusnya bisa menetralkan racun itu dengan kekuatanmu bukan!? Ayo cepat lakukan!" bentak Chopper.

"Oi Oi! Jangan mengira jika binatang-binatang ini orang baik-baik! Bangsa mink ini terkenal loh dengan kebrutalannya. Mereka juga membenci manusia. Kita sebaiknya membiarkan mereka! Siapa tahu saat kita menyelamatkan mereka, kita mungkin akan jadi santapan mereka"

Tiba-tiba suara keras terdengar diikuti guyuran air dalam skala besar. Moooo... !!!

Duaarrr!!!

!!?

"Uwaaaaah!" tempat itu tergenang air bah.

Sanji menyelamatkan Chopper dan Caesar ke atas pohon. "Apa-apaan hujan ini!?"

Heeh.. heeh..

Hm? Tiba-tiba terdengar teriakan.

Gyaah!

......

Kyah!

"Ah! Itu suara Nami-san!" kata Sanji "Dengar baik-baik Caesar! Sebelum aku kembali, kau sebaiknya sudah berhasil menghilangkan gas pengecut milikmu dari kota ini! Jika tidak, jantungmu ini akan kuhancurkan!"

"Baik! Dasar Iblis!"

Sanji pergi menuju lokasi Brook. Ia melihat brook sedang bertarung melawan musuh. "Itu mereka!"

"Brook! Tahan dulu mereka sebentar.. seperti itu!"

DIABLE... MOUTON SHOT!!!

!!? Sanji menendang para pengganggu.

"Mundur! Tuan Sheepshead telah dikalahkan!"

"A-apa? Tapi samurainya bagaimana!?"

"Yah, lapor saja jika samurainya tidak ada"

"Baiklah!"

Sementara itu Caesar mulai bekerja menetralkan gas ciptaannya sendiri...

Koro Gas Penetral

"Nghhh! Aku tak percaya mereka menyuruhku melakukan ini!" ucap Caesar menggerutu.

"ROKO!"

Dengan kekuatan gasu-gasu, tubuhnya menarik seluruh gas. Sekejap asap mulai menghilang seluruhnya.

Wuuuuuussssshhh!

Uhuk.. uhuk.. para korban terbatuk. Chopper menuju lokasi korban. "Heeh.. heeh.. Bagus.. Sepertinya berhasil..." "Teman-teman! Cepat kesini!!" Ia juga memanggil yang lainnya.

"Itu suara Choppaemon! Dari lembah hutan!!"

Sanji, Nami, Brook dan Momo segera pergi ke arah Chopper. Sesampainya disana... "Mengerikan sekali..."

"Apa senjata Caesar yang menyebabkan ini semua!?"

"Ya... Sebagian dari mereka mungkin sudah tewas, ini pasti ulah orang-orang barusan" "Sepertinya Caesar berhasil menghilangkan semua sisa gas.." "Sebagian besar dari mereka mungkin masih bersembunyi di pulau ini" "Kata kepala gas tadi, suku mink adalah bangsa yang brutal... jika keadaan berbalik misalnya... kita mungkin akan menyesal menyelamatkan mereka"

Tiba-tiba... seorang mink anjing wanita muncul. "kalian ini.. teman-temannya jack juga!!!?"

Eh!? Dia hendak menyerang Nami.

"Nami-san!" teriak Sanji.

Trang!! Nami menangkis serangan pedang dengan Clima Tact miliknya. Sreeekk.. sreekk.. suara listrik

Sriing! Brook bersiap dengan pedangnya.

"Tunggu! Aku baik-baik saja!"

Uugh... Mink wanita tadi terbatuk akibat gas.

"Racun itu melemahkannya!" ucap Nami.

Wuss.. wuss.. wuss.. zapp! Nami berhasil menahannya ke tanah.

Uhgh!

"Nami-san! Wanita itu! Dia memegang bom!" teriak Sanji. Dia berniat meledakkan mereka bersamanya.

Fzzz.. fzzz.. fzzz.. suara dinamit yang menyala.

"A-apa!?"

"Aku tak akan pernah memaafkan kalian! Takkan pernah!"

"Apa yang sudah kami lakukan kepada kalian!? Kenapa kalian ingin membunuh kami semua!?"

"Orang yang kalian cari tak ada disini! Negeri ini sudah berumur ratusan tahun! Mau berapa banyak yang harus mati untuk memuaskan hati kalian! Heeh heeh"

Seorang mink tupai kemudian muncul. "Wanda-san! Orang-orang ini menyelamatkanku! Jack dan anak buahnya sudah pergi dari pulau!"

"Tristan..."

Seorang mink leopard juga muncul memberitahu situasi sebenarnya. "Wanda... Orang-orang ini... tak ada hubungannya dengan Jack! Gas beracunnya juga telah menghilang .. berkat sihir mereka!"

Grip! fzzzt!! Pedro mematikan nyala dinamit dengan tangannya.

"Ah! Pedro..." sahut Wanda lemah "Benar juga, gasnya benar-benar menghilang..."

Kemudian Chopper datang bersama Caesar. "Apa yang kalian lakukan!?"

"Gas ini sudah menyelimuti kota lebih dari 24 jam! Jika penawarnya tidak segera dibuat dalam 48 jam, racunnya akan mustahil dinetralkan!"

"Kita tidak boleh membuang-buang waktu jika ingin menyelamatkan semua orang! Dimana rumah sakit kalian? Aku tidak punya cukup obat dan peralatan untuk menangani semua orang ini! Aku ingin kau memanggil semua yang mampu untuk membantuku!"

"Aku seorang dokter! Mohon, lakukan seperti yang kukatakan!" ucap Chopper lagi.

"Apa kau akan... menolong kami...? Aku mengira kami semua akan mati!"

"Kami tidak akan meninggalkan kalian semua!" kata Nami berjanji.

Setelah keadaan terkendali, Chopper dan yang lain segera bekerja untuk menyelamatkan korban yang berjatuhan. Termasuk juga Caesar yang menggunakan pengetahuannya untuk meneliti sisa racun. Para mink yang masih kuat, membantu dengan memindahkan para korban. Brook dan Sanji mencoba menurunkan Nekomamushi dari tiang penyiksaan. Para mink yang bersembunyi di hutan, keluar untuk melihat situasi. Nami merawat Beppo dengan perhatian. Dokter mink, Miyagi bergegas datang untuk ikut membantu. Brook tampak serius menangani pasien dibantu seorang suster mink yang bertugas mengelap keringatnya.

Kemudian, mink lainnya berdatangan dengan membawa peralatan medis. Nami menunjuk sana-sini sementara Chopper mulai mengobati kaki inuarashi. Beberapa mink mulai pulih. Sanji tersenyum lebar. Inuarashi dan Nekomamushi selesai diobati.

.........

"Meskipun kami hanya orang asing bagi kalian... Kalian benar-benar menyelamatkan kami semua. Kami tidak akan melupakan hutang ini selama kami masih hidup" kata Wanda sambil menangis "Suatu hari nanti, aku harap dapat membayarnya"

"Ehehehe.. jangan terlalu dipikirkan!"

"Wuuuaahh! Kalian ini... benar-benar berjiwa keminkuan! Aku sepenuhnya bangga menjadi anggota topi jerami!" kata Franky ikut terharu.

"Jadi, begitu ya ceritanya! Aku paham sekarang kenapa kita disambut dengan begitu hangat" kata Usopp.

"Wah, si Jack ini benar-benar membuatku kesal! Aku janji nanti aku akan menghajar dia dan Kaido itu keras-keras!" sahut Luffy.

"Tapi Jack diberitakan tewas..." kata Brook.

"Tapi, berita itu sulit dipercaya kecuali jika kau melihatnya dengan matamu sendiri" sahut Wanda.

"Apa kalian akan tinggal dan terus berbincang disini?" tanya Chopper. "Hm? Apa kau akan pergi ke suatu tempat, Chopper?"

"Yah, Ini sudah malam sekarang, jadi aku akan mengunjungi penguasa malam Nekomamushi dan para guardian di hutan paus untuk memeriksa mereka"

"Kalau begitu, ayo pergi dengan Warney!" ajak Wanda.

"Aku baru ingat wanda... Bukankah ini sudah waktunya kamu tidur?" tanya Robin.

"Aku bertugas sebagai penguasa burung. Kerjaku dari siang sampai malam... Ada disisi kedua penguasa. Aku sedikit banyak dari kaumku yang dapat mengunjungi keduanya" "Aku harus melaporkan keadaan Tuan Nekomamushi meskipun aku yakin jika laporannya akan dianggap tidak penting" sahut Wanda lagi.

"Nekomamushi! Aku ingin melihatnya juga!" teriak Luffy.

"Tuan Nekomamushi! Aku menyukainya! Aku akan menemani kalian!" tukas Brook ceria.

......

Luffy dan kru pergi menemui Nekomamushi. Ditemani Wanda dan Carrot, mereka menunggangi dua ekor buaya Warney melintasi hutan. "Malam ini bulan purnama, kita beruntung awan menutupinya"

?? para kru tidak mengerti.

"Maaf ikut mengajakmu Carrot"

"Nggak apa-apa, lagipula aku juga seorang penguasa burung"

"Hati-hati!" kata mink lainnya.

Mhm! Brook menyetel gitarnya. jreng.. jreng..

"Jadi wanda.. Menurut ceritamu tadi..." kata Luffy memulai pembicaraan.

"Yah. Alis keriting dan otak gas belum menghilang dalam ceritamu" sambung Zoro.

"Tentang itu.." sela Brook, "Sayangnya, kami tidak memberitahu orang-orang di pulau tentang kejadian sebenarnya. Negeri mereka baru saja dihancurkan... kami tidak ingin menambah beban mereka lagi"

"Semua terjadi dua hari yang lalu. Persiapkan diri kalian, mungkin saja Sanji-san... takkan lagi... kembali ke kita"

"A-apa!?"

"Tapi di surat dia bilang dia akan kembali!" teriak Luffy.

"Tadi sudah kubilang kan! Kejadiannya sangat rumit!" sahut Nami.

"Tempat ini dikenal sebagai 'pulau misteri... sebab pulau itu sendiri adalah makhluk hidup yang bergerak." kata Brook melanjutkan ceritanya "Log Pose tidak menunjuk kesini. Jadi normalnya, mustahil untuk bisa ditemukan. Namun, sebuah kuburan telah digali. Meskipun kami berhasil lolos dari kapal musuh, kami..." "... kami membiarkan mereka untuk mengetahui arah tujuan kami"

Kilas balik saat mereka meninggalkan Dressrosa. "Kalian semua, pergilah duluan ke Zo tanpa kami!"

"Sebagai tambahan dari atas kapal mereka... tanpa kita ketahui, mereka punya penduduk lokal pulau bergerak ini! Dengan kata lain, dua hari yang lalu kapal Big Mom datang menjawab panggilan"

Dalam kilas balik, kapal Big Mom mendekati pulau Zo. Kru Big Mom, Pekoms sedang berbicara dengan bosnya melalui den den mushi. "Kita disini! Tak masalah. Kami berdua lebih dari cukup. Serahkan ini padaku, mama! Roar! Zo adalah kampung halamanku!"

Ternyata!

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.