FANDOM


"Ayo pergi lihat Master Nekomamushi~! Ayo pergi lihat Master Nekomamushi~!" Brook bernyanyi-nyanyi, dalam perjalanan mereka menemui Master Nekomamushi. Kilas balik pun kembali berlanjut...

"Nami! Di mana Sanji dan Caesar!?" tanya Wanda, "Jangan-jangan orang tadi telah menculiknya..."

"Tidak, ini adalah keputusannya sendiri.." ucap Nami.

Rantai yang mengikat tangan Nami dilepas oleh Carrot, sementara rantai Chopper dan Brook dilepas oleh Guardian Nekomamushi, si banteng dan gorila.

"Wanda, Carrot, mereka ingin melupakan insiden yang baru saja terjadi, mengerti kan?" ucap Master Nekomamushi. "Soal Pekoms serahkan saja padaku, kalian tak perlu memberitahukan kejadian ini pada orang-orang di siang hari..."

"Terima kasih, Master..." ucap Nami.

"Ya, kami tak mau membiarkan kalian terus yang menjaga kami, dan lagi harusnya kamilah yang berterimakasih.." ucap Master Nekomamushi.

Lalu saat melihat catnip, "Waa!! Bukankah itu catnip!?" Master Nekomamushi langsung melompat kegirangan layaknya kucing biasa.

Dan dengan itu, kilas balik berakhir...

Brook terus bernyanyi dalam perjalanan, menyanyikan senandung yang dibuatnya sendiri tentang Master Nekomamushi...

"Master Nekomamushi yang kesepian..." "Ketika memikirkannya, bayangan ini muncul di pikiran..." "Senyum tulus yang berjemur di bawah cahaya Bulan..." "Mataku berbinar saat menatapnya..."

"Namun di bawah sinar Mentari, ia beraksi..." "Dia terus hidup, sendirian, melakukan yang terbaik..."

"Lagu yang menyentuh sekali, apa Master Nekomamushi memang seperti itu?" tanya Robin. "Tidak..." ucap Brook.

"Tidak apanya hah!?" bentak Usopp. "Ini hanya bayanganku soal dia..."

Ternyata lagu yang dinyanyikan Brook memang asli cuma ngarang.

Di sisi lain, Luffy membaca lagi surat Sanji dengan serius. Kali ini ia benar-benar membaca dengan wajah serius, lalu bertanya, "Oke, semuanya, Sanji bilang kalau dia mau menemui wanita, apa artinya ia akan menikah?"

"Mungkin iya, mungkin juga tidak, sejujurnya kami tidak tahu.." ucap Nami.

"Wajahnya tampak pasrah saat dia mengatakannya..."

"Tapi di sini dia bilang kalau dia berjanji akan kembali... Ah!! Aku sekarang mengerti!!" ucap Luffy, "Dia akan kembali dengan membawa pengantin perempuannya!! Itu berarti kru kita akan bertambah satu orang lagi..."

"Pengantin perempuannya adalah putri Yonko, artinya setelah pernikahan ini kita akan menjadi bawahan Big Mom.." ucap Brook.

"Apa!? Enak saja!!" teriak Luffy.

"Ya, kau benar, dan aku yakin Sanji juga merasakan hal yang sama.." ucap Brook. "Dia pasti sangat menentang hal ini juga, dan itulah kenapa aku berpikir... Bagaimana jika... Bagaimana jika ia tak bisa lolos dari pernikahan ini?"

"Ya, aku juga tahu Sanji... Kalau memang itu terjadi dia pasti akan keluar!" ucap Chopper. "Apa!? Sanji keluar dari kelompok kita!? Itu bahkan lebih buruk ketimbang jadi bawahannya Big Mom!!" ucap Luffy.

"Kalau sampai menulis surat artinya ia memang harus pergi, Sanji-kun..." ucap Nami.

"Keluarganya ini... Merekalah kunci dari semua ini." ucap Usopp. "Apakah itu ayahnya? Ibunya? Saat ini, yang kita tahu hanyalah mereka ada di North Blue..."

"Tapi kalau dipikir-pikir, berlayar sampai ke East Blue, lalu sekarang Dunia Baru, ini gila.."

"Vinsmoke... Sepertinya aku pernah mendengar nama itu sebelumnya.." ucap Robin.

"Maafkan aku, semuanya..." ucap Nami. "Kalau saja aku bisa menahannya sampai semuanya datang..."

"Sanjilah yang tidak memberi kalian pilihan, ini bukan salah kalian.." ucap Robin. "T-tapi, Robin... Bagaimana kalau kita tak bisa melihatnya lagi..." Chopper menangis.

"Kalau begitu biarkan saja.." ucap Zoro. "Eeh!?"

"Dia pergi tanpa mengatakan hal-hal seperti Terima kasih atas semuanya, atau Maaf karena sudah memberi kalia banyak masalah... Cobalah pikirkan lagi, kondisi kita saat ini juga sedang buruk..." ucap Zoro.

"Caesar mengatakannya pada kita, kan? Smile yang dibuat oleh Doflamingo ditujukan untuk Kaido. Sama seperti saat kita membuat Doflamingo marah dengan menghancurkan laboratorium di Punk Hazard... menghancurkan pabrik yang ada di Dressrosa juga membangkitkan amarah yang lainnya... yaitu Yonko Kaido!"

"Sama halnya Jack, orang yang sudah menghancurkan negeri ini, Kaido dan anak buahnya bukan lagi sekedar ancaman kecil. Tinggal masalah waktu sampai dia mengejar kita dan meminta pertanggungjawaban... dengan darah dan nyawa..."

Semuanya diam mendengarkan sementara Zoro terus mengatakannya...

"Alasan awal kita bahkan sampai membuat aliansi dengan Torao adalah untuk mendapat bantuannya dalam pertarungan yang harus kita hadapi nanti. Terlebih, Kinemon dan temannya, untuk alasan yang belum kita ketahui, juga diincar oleh Kaido. Cepat atau lambat, kita harus menghadapinya..."

"Dan di tengah semua ini, si bodoh alis keriting itu malah pergi... ikut-ikutan dengan urusan Yonko lain..."

"Tunggu sebentar, ini tidak adil!!" bentak Nami. "Dia tidak ikut-ikutan!! Ini juga tak ada hubungannya dengan semua itu..."

"Jangan membuatkan alasan untuknya!!" ucap Zoro. "Apa!? Jangan menganggap enteng masalah orang lain!!"

"Yosh, kita tak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi kalau hanya berdebat di sini, jadi ayo kita tanyakan sendiri pada Sanji!!" ucap Luffy.

"Apa---!?" Chopper kaget.

"Hei Luffy!!!!"

"Kau mau mengunjungi Big Mom!? Apa kau sudah lupa Kau sendiri yang sudah menantangnya!?" bentak Usopp. "Kita tak bisa datang ke sana begitu saja tanpa rencana!! Bisa-bisa kita dihancurkan!!" ucap Franky.

"Dia itu Yonko, Luffy.." ucap Robin, "Levelnya jauh di atas musuh-musuh yang pernah kita hadapi..."

"Kalau begitu menyusup saja..." ucap Luffy. "Jangan membuatnya kedengaran gampang begitu!!"

"Tapi itu tidak mustahil sih..." ucap Chopper. "Eh!?"

"Dia benar... kru Big Mom melupakan sesuatu yang berharga karena sudah terburu-buru.." ucap Zoro. "Kalau dia bangun, mungkin kita bisa menanyainya.."

"Ya, kalau begitu ayo sekalian mengunjunginya..."

Dan setelah perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mereka sampai di tempat Master Nekomamushi berada, Hutan Paus.

"Waah..."

"Whoa... Garchu!!" Suku Mink di sana menyambut baik mereka. "Hei semuanya!!! Bajak Laut Topi Jerami datang!!!"

"Sepertinya yang di sini juga ramah-ramah..." ucap Franky.

"Hei semuanya, Chopper datang!!!"

"Kalau dilihat dari dekat, pohon pausnya besar sekali!!! Garchuu!!!" teriak Luffy.

"Apa ini cuma bayanganku atau Suku Mink itu sembuhnya cepat sekali?" "Ini bukan cuma bayanganmu..." ucap Nami.

"Luffy si Topi Jerami!! Ini kami!! Maaf ya soal yang waktu itu!!" teriak si Mink banteng yang sempat Luffy lawan sebelumnya.

"Kami cuma tak suka penyusup, tak ada maksud lain!!" ucap si gorila.

"Ah! Kalian tak perlu khawatir.." ucap Luffy, "Ngomong-ngomong di mana Pekomamushi!?"

Luffy menyebut nama Pekoms dengan nama Pekomamushi lol.

"Terima kasih karena telah mau datang ke sini, penyelamat kami..." ucap seseorang. "Eh!? Siapa itu!?"

"Izinkan aku untuk sekali lagi mengucapkan rasa terima kasihku. Terima kasih banyak, dan maaf soal anak buahku sebelumnya..."

Ternyata suara itu berasal dari Kapten Guardian Hutan Paus, Pedro si Mink Jaguar.

"Belakangan ini kami jadi terlalu sensitif dengan menyusup..."

Pedro tiba-tiba muncul dan berlutut di depan Luffy.

"Eh!? Kau datang dari mana?" tanya Luffy. "Dari atas pohon... Tapi itu tidak penting, Bepo dan yang lainya sudah menunggu..."

"Ah, ya, mereka bisa menunggu lebih lama lagi, aku mau melihat Nekomamushi dan si Mink Singa Pekomamushi..."

"Kalau yang kau maksud itu Pekoms, kau beruntung, dia sudah bangun dan sekarang ada di bangunan belakang..." ucap Pedro, berbisik-bisik tepat di sebelah wajah Luffy hingga pipi mereka mepet. "Ini masih jadi rahasia untuk yang lain.." bisik Pedro lagi. "Sanji adalah orang baik, kalau ada yang bisa kami bantu kami pasti akan melakukannya..."

"Luffy!! Aku mengkhawatirkan Nekomamushi jadi aku akan langsung mengecek keadaannya.." ucap Choper.

"Dokter Chopper, izinkan aku memandumu..." ucap seorang gadis Mink Rusa yang cantik jelita sampai-sampai Chopper jatuh cinta.

"Hei Chopper, kenapa kau jadi gugup begitu..." "A-Aku tidak g-gugup, bodoh!!"

"Silakan sebelah sini..." ajak gadis rusa itu. "B-Baik...!!"

"Sikapmu jadi aneh sekali..." ucap Usopp.

"Saat ini Master sedang mandi..." "Oh baik... Eeeh!? Mandi!?"

Memang benar, tampak saat ini Master Nekomamushi sedang berendam, sambil mengenakan perban. Ya, sambil diperban ia malah berendam.... dan dia kucing tapi mandi di air.

"Meow Meow Meow Meooooowwww~~!" Master Nekomamushi bernyanyi-nyanyi sambil makan, "Lasagnaooowwww.. Memang yang terbaiiiikooowww...."

"Ooooi!! Nekomamushi!!" teriak Chopper, "Bukankah sudah kubilang jangan mandi dulu, nanti lukamu terbuka lagi!! Juga jangan makan-makanan yang berat dulu, dan juga jangan gunakan tangan kirimu!!!"

Tangan kiri Nekomamushi yang terpotong malah ia ikatkan dengan sendok supaya bisa makan.

"Goronyanya!! Yo Chopper, jangan khawatir, santai saja, aku ini lelaki yang suka kebebasan..." ucap Nekomamushi.

"Dia lebih besar dari bayanganku..." ucap Usopp. "Jangan mengabaikan instruksiku!!" ucap Chopper.

"Maaf, tapi bahkan kata-kata dokter pun hanya kuanggap sebagai angin lalu saja.." ucap Nekomamushi, si pria yang suka kebebasan. "Whoaaa... Ah, aku masih belum terbiasa tidak memiliki tangan kiri. Kalau begini, aku tak akan bisa tepuk tangan..."

"Aah!! Kalian Bajak Laut Topi Jerami!?" Nekomamushi memeluk erat-erat tubuh Usopp dan Robin. "Kalian sudah menyelamatkan kami, terima kasih!! Aku berjanji suatu hari nanti akan membalas kebaikan kalian. Begini-begini, aku selalu membayar hutangku..."

"Oh, ada bola..."

"Whaaaa!!! Bola!!!!" Nekomamushi mengejarnya.

"Kan sudah kubilang jangan banyak gerak dulu!!!"

Saking semangatnya luka-luka Nekomamushi sampai keluar lagi. "Aaah!! Lihat, luka-lukamu jadi keluar lagi!!!"

Pada akhirnya Master Nekomamushi harus tiduran lagi di tempat tidur.

"Satu-satunya alasan aku tiduran di sini karena aku menginginkannya. Aku suka kasur ini, paham?"

"Ya, terserahlah, yang penting kau harus istirahat.." Chopper lalu mempersiapkan alat suntik.

"Oi kau, coba pegang mainan kucing itu..." Nekomamushi meminta Robin. "Seperti ini??"

"Wheee..." Nekomamushi jadi semangat saat melihat mainan kucing itu, "Chopper!! Suntik aku saat aku sedang teralihkan oleh mainan ini..."

"Kubilang jangan banyak bergerak dulu!!"

"Tunggu dulu... Kucing besar ini takut dengan jarum suntik!?" Usopp kaget.

"Yohohoho!! Orang ini benar-benar suka bikin ribut.." Brook tertaa sampai mengeluarkan air mata.

"Ah, sekarang aku merasa jauh lebih baik..." ucap Nekomamushi setelah disuntik, "Berarti sekarang aku boleh..."

"Heiii!!!" Chopper mengeplak mainan kucing itu, "Ini bukan suntikan sihir atau semacamnya yang akan langsung membuatnya sembuh!! Obatnya bahkan belum bekerja...!!"

"O-Oi, jangan menghajar pasien..." ucap Usopp.

Di sisi lain, Luffy mengunjungi Pekoms, bersama Nami, Wanda, Carrot, dan Pedro..

"Jadi kau baik-baik saja ya, syukurlah.."

"Aku menahan setengah kekuatannya dengan kemampuanku... Dasar Bege kurang ajar..." ucap Pekoms. "Ini salahku... Jadi ia berhasil membawa Sanji ya? Sekarang tak mungkin untuk lolos dari pernikahan itu..."

"Itulah yang mau kubicarakan denganmu, Pekomamushi!" ucap Luffy, "Siapa sebenarnya yang merencanakan pernikahan ini?"

"Yah, yang merencanakannya tentu saja Mama dan ayah dari keluarga Vinsmoke..."

"Ayah Sanji!? Seperti apa dia orangnya?"

"Dia itu orang terkenal di Dunia Bawah, apa kau tak pernah mendengar namanya?" ucap Pekoms. "Keluarga Vinsmoke... Yah, sederhananya, mereka adalah keluarga pembunuh!"

"Apa!?"

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.