FANDOM


Bunyi lonceng bergema ke seluruh negeri. Franky, Robin dan Brook terbangun dari tidurnya. Ternyata hari sudah pagi. Tak hanya itu, Kinemon dan Kanjuro, orang yang mereka tunggu, telah lama sampai di pulau dan masuk ke dalam kota. "Hey! Ini gawat!"

"Sepertinya Kinemon dan yang lainnya... sudah sampai ke atas pulau!"

"Sialan, kita bertiga malah ketiduran! Seluruh negeri ini hancur lebur akibat nama samurai Raizo yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya!"

"Jika mereka sampai menemukan samurai... Apalagi juga bermaksud mencari Raizo, mereka tidak akan dibiarkan hidup!"

"Kita harus segera menemukan keduanya! Eh, tapi ngomong-ngomong, coba lihat dulu gambar ini!" kata Robin. Ada lukisan baru buatan Kanjuro di dekat naga Ryunosuke sebelumnya. Sebuah lukisan harimau.

Teng! Teng! Teng!

"Itu bunyi lonceng Bariete!" teriak para penduduk.

"Berita darurat-degosaru! Samurai-degosaru! Samurai telah tiba-degosaru!" seru monyet Bariete tanpa henti.

Dari benteng perut kanan, Inuarashi bersiap pergi dengan menunggangi buaya Warney. "Tuan Inuarashi! Bariete membunyikan lonceng kota!"

"Ya, aku tahu. Kita pergi ke pusat kota. Kalian yang mampu bergerak, ikut bersamaku"

"S-siap pak!"

Sementara itu, Kinemon dan Kanjuro dengan santainya berjalan melintasi hutan. Mereka juga mendengar bunyi lonceng yang berdentang tanpa henti. "Bunyi loncengnya berisik sekali, ya" ucap Kinemon.

"Mungkin tujuannya untuk mengumumkan kedatangan tamu. Mereka menyambut kita, gitu loh!" sahut Kanjuro berspekulasi.

"Mungkin saja."

"Tapi, bukankah Law-dono bilang kalau suku pembenci manusia yang hidup di atas Zo itu, tak lain adalah suku mink itu sendiri?" tanya Kinemon.

"Ya... Aku penasaran jika itu rumor lama atau baru-baru ini" jawab Kanjuro.

Tiba-tiba, sesosok anak kecil muncul menghampiri mereka. "Ayah! Kanjuro!" ternyata itu momonosuke.

Hm? "Momonosuke!" ucap keduanya.

"Kanjuro! Jadi kau baik-baik saja, ya!"

"Iya, saya minta maaf telah membuatmu khawatir! Tapi kenapa kamu keluar sendirian? Dimana Luffy-dono dan lainnya?"

"Sebenarnya sejak aku menginjakkan kaki di pulau ini... Aku merasa tidak enak badan. Aku selalu istirahat sendirian di dalam kamar."

"Begitu ya, pasti sulit" sahut Kanjuro.

Dari hutan paus. Kelompok topi jerami bergegas menuju ke kota. "Apa-apaan ini? Kenapa pula aku harus berlarian sepagi ini?" ucap Luffy sambil berlari. Setengah matanya terbuka dan setengahnya lagi masih tertidur.

"Kinemon dan, siapa satunya itu... umm" kata Nami. "Kanjuro!" sahut Usopp dari belakang.

"Ya itulah. Masalahnya seluruh negeri sedang gempar! Katanya, ada dua orang samurai yang datang!" lanjut Nami.

"Oh, jadi mereka bersiap untuk pesta lagi! Pesta terus-menerus menyenangkan sekali" tukas Luffy santai. Ia langsung bangun sepenuhnya.

"Bukan, kau bodoh! Kita dalam masalah besar!"

"Seriuslah! Mereka semua nyaris mati karena seseorang mengira seorang samurai ada di pulau ini!"

"Master Nekomamushi juga sedang menuju ke kota bersama sepasukan lengkap!"

GRRRMEOWWW!

Sementara itu, Nekomamushi bersama pasukannya bergerak cepat menuju pusat kota. Mereka sampai dipusat kota Kurau. "Dimana mereka!?" tanya Nekomamushi.

"Kami sedang mencarinya. Sepertinya para penduduk dari seluruh negeri telah berkumpul di tengah kota." jawab Pedro.

Wuuuush! Pedro melompat keatas bangunan yang tinggi untuk melihat keadaan.

"Bagaimana, Pedro!?"

"Master! Sebaiknya kita mundur dulu saat ini!" ia melihat sesuatu yang buruk.

"Apa yang kau katakan?"

Ya, ternyata Inuarashi dan rombongan juga bergerak mendekati ke arah yang sama. Semua dari mereka tentu sudah paham apa yang akan terjadi jika keduanya saling bertemu. Namun terlambat... "Ah! Celaka! Mereka berdua saling bertatapan!"

"Tuan, tolong hentikan!" "Yang mulia! mohon tenanglah!"

Trio samurai juga sampai dipusat kota. Mereka melihat banyak Mink berkumpul dari kejauhan. "Ada perkelahian, ya?" seru Kinemon "Mhm! Eh, itu?!".

Tiba-tiba... Bruukk! "Waah!" Luffy dan kru datang tepat waktu. Mereka menangkap Kinemon dkk. "Nyaris sekali! Kita berhasil tepat waktu!" sahut Usopp. Mereka menyembunyikan para samurai dibalik tembok.

"Kalian bertiga, jangan berpikiran buruk! Tapi tolong kembali ke Sunny sekarang!" pinta Nami.

Sementara itu dari lokasi para mink berkumpul. Situasi berjalan sangat buruk. Inuarashi dan Nekomamushi saling bertatapan satu sama lain. Keduanya terlibat saling ejek. "Sudah lama kita tak bertemu, monster kucing? Wajahmu semakin terlihat seperti monster saja" "Bagaimana denganmu! Kau sudah kehilangan sebelah kakimu" "Ini gawat! Seseorang, tolong hentikan mereka!"

Inuarashi mengingat kembali peristiwa pahit saat Jack menyiksa diri mereka. Waaaah! "Bawa kesini Raizo! Dia pasti ada disini!" teriak Jack. "Sudah berapa kali kukatakan! Dia tidak ada disini?" jawab Inuarashi. "Aku penasaran apa yang akan kau pilih! kehilangan kaki ini... atau kau akan memberitahuku dimana samurai itu? Permainannya dimulai sekarang, raja anjing!" ancam Jack. "Sepertinya tidak berhasil... kalau begitu, kaki ini jadi milikku!" Beetts! Jack mengayunkan sabitnya.

"Kau juga sudah kehilangan tangan kirimu! Sepertinya kau tak akan bisa bertarung lagi! Yang bisa kau lakukan saat ini cuman menghabiskan lasagna saja!" sahut Inuarashi.

Nekomamushi juga teringat dengan kilas balik saat penyiksaan Jack.

"Aku tak dapat memberitahumu jika orangnya saja tidak ada disini! Ngapain pula, penduduk wano datang kesini!?" "Beraninya cuma nyerang setelah seluruh prajurit kami tumbang oleh gas beracun yang kau lepaskan... Kau pengecut tak bernyali, beraninya kau menyebut dirimu pendekar!" teriak Nekomamushi.

Uwah! Nekomamushi meronta-ronta.

"Sialan! Orang ini mencoba memutuskan rantai yang mengikatnya! Apa gas tadi tidak berpengaruh terhadapnya! Lakukan, jadi dia tidak bisa lagi menggunakan tangannya!" sahut anak buah Jack. "Tak masalah buatku! Ambil saja satu tangan milikku! Tombak itu... jika kau punya waktu untuk mengarahkannya pada para penduduk, arahkan padaku sekalian! Aku akan menanggung semuanya!!!". "Tuan!"

"Memalukan sekali kau sampai kehilangan satu kaki!" ucap Nekomamushi. "Aku justru tak peduli jika kau sampai mati sekalian! Satu raja sudah cukup buat negeri ini!" balas Inuarashi. "Tolong hentikan kalian berdua!" Wanda mencoba melerai tuannya. "Kau benar sekali! Ayo saling bertarung siapa yang menang!" "Aku ambil kepalamu!" "Anjing dan kucing? Oi!"

Uwaah! Kyaah!

Tiba-tiba Kinemon keluar menuju mereka. "Hentikan!" kata Kinemon.

"Bodoh! Apa yang kau lakukan berteriak seperti itu!?" teriak Usopp. Ia berusaha menghentikan Kinemon.

"Hm? Bukankah itu... Samurainya!!!" pekik para mink.

"Lihat apa yang kau lakukan! Kita ketahuan! Lari, Kinemon! Mereka akan membantaimu!"

"Berhenti bertengkar!" kata Kinemon lagi.

"Oi! Lepaskan aku! Apa yang kalian berdua lakukan?!" kata Kanjuro. Ia juga berusaha melepaskan diri.

"Kanjuro! Momo! Kembalilah! Lari, kalian berdua! Nekomamushi! Inuarashi! Tunggu! Mereka tidak harus menanggung kesalahan yang..." ucap Usopp.

"Wahai kalian para penduduk Zo! Aku adalah pelayan keluarga Kozuki dari kerajaan Wano! Namaku Kinemon! Kami datang untuk mencari seorang pendekar dari negeri kami yang bernama Raizo! Apakah dia ada disini?" kata Kinemon memperkenalkan diri. Sementara penduduk Mink bergerak mendekati Kinemon.

"Ya ampun! Tidakkah kau dengar semua yang kami katakan? Orang-orang ini nyaris mati karena Raizo itu tidak disini!" teriak Usopp dan Chopper serentak.

Kilas balik saat penyiksaan Jack teringat kembali. "Aku bersumpah aku tidak tahu tentang Raizo! Jika seseorang dengan nama itu datang kesini, aku akan menebas perutnya sendiri."

Namun... hal mengejutkan terjadi. "Kami telah lama menunggu kedatangan kalian" kata Inuarashi dan Nekomamushi "Raizo-dono baik-baik saja!" sambung kedua penguasa tersebut sambil berlutut memberi hormat diikuti seluruh penduduk suku Mink lainnya.

"Jadi dia baik-baik saja, ya! Syukurlah!"

Seluruh kru topi jerami yang ada disana, terbelalak menyaksikan peristiwa tersebut. Ternyata Raizo selama ini... "Oi, tunggu dulu." "Oi! Oi! Jadi Raizo benar-benar ada disini!? Selama ini? Dan kalian semua mengetahuinya?"

"Kalian semua! Kalian semua itu nyaris mati, loh!" teriak Usopp sambil menangis. "Peradaban ribuan tahun ini! Nyaris tinggal menjadi reruntuhan!"

"Maafkan kami merahasiakan ini semua dari kalian. Kami dan keluarga Kozuki dari kerajaan Wano telah terikat sebagai satu keluarga sejak dahulu lebih lama dari yang aku bisa ingat." "Bahkan jika kerajaan kami harus musnah... Kami tak akan pernah menyerahkan teman kami kepada musuh!" Ternyata Raizo selama ini ada dalam perlindungan bangsa mink.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.