FANDOM


Masih didalam pohon raksasa paus, tempat Raizo sebelumnya disembunyikan. Percakapan antara kru topi jerami, Trafalgar Law, Inuarashi, Nekomamushi, dan para samurai Wano berlanjut, hingga fakta-fakta yang mengejutkan terungkap. Ayah Momonosuke, yaitu; Kozuki Oden, ternyata pernah berlayar bersama Gol D. Roger, bahkan secara pribadi membantunya mencapai Raftel, pulau tempat One Piece berada.

"Ayah Momonosuke... ikut bersama Gol D. Roger pergi ke Raftel!?" semua terperangah kaget.

"Ayahmu juga anggota kru raja bajak laut!?" tanya Luffy.

Momonosuke tidak menjawab. Ia masih menangis seanggukan teringat nasib tragis ayahnya.

"Satu dari sedikit orang yang mengetahui rahasia dunia ini! Sama seperti Rayleigh..." ucap Robin. Dia kembali teringat dengan kata-kata Rayleigh saat di Sabaody.

"Yah, kami tahu. Kami mengetahui seluruh sejarah dunia ini..."

"Begitu ya, jadi mereka mengejar kalian demi 'rahasia dunia ini'! Maksudku, anak buahnya Kaido, Doflamingo dan Caesar itu. Jadi itu alasannya mereka memburu kalian!" ujar Zoro.

"B-bukan, bukan seperti itu." balas Kinemon "Sebenarnya... Tuan Oden memutuskan untuk tidak membebani kami dengan rahasia tersebut. Kami tidak tahu apapun! Dan jika tahupun, kami tidak akan memberitahu siapapun!"

"Meski kami tahu atau tidak sama sekali, musuh akan tetap mengejar kami!" tambah Kanjuro "Jadi, satu-satunya pilihan bagi kami adalah bertarung! Tuan Oden meninggalkan kami pesan seperti ini..."

"Buka perbatasan Negera Wano!" sahut kelima pelayan Kozuki bersamaan.

"Kami yang seharusnya menjadi pelindung bagi tuan Oden... mungkin karena sudah takdir, justru kami yang dilindungi oleh dia. Sekarang, kami harus terus hidup dengan membawa aib ini, tak lain hanyalah untuk mencari keadilan bagi dirinya."

"Singkatnya, bunuh Shogun Wano dan buka perbatasan negera! Itulah tugas kami!" "Saat ini, negeri Wano sedang dikuasai oleh keshogunan dan bajak laut Kaido yang saling bergabung kekuatan!"

"Wah wah" celetuk Brook.

"Meski beberapa kelompok perlawanan mulai menggabungkan diri, namun jika dibandingkan dengan kekuatan besar musuh, kami tidak ada apa-apanya. Kami tidak ada harapan untuk menang." "Karena itulah, kami berlayar untuk menemui rekan kami agar ikut bergabung dalam perang bersama. Tujuan pertama kami yah, Zo ini."

"Ya, klan Kozuki dan bangsa Mink sejak dulu memang saling berjanji untuk berbagi takdir yang sama" ucap Inuarashi.

"Apalagi Inu dan aku adalah pengikut setia tuan Oden!" tambah Nekomamushi "Sejak hari pertama Raizo menampakkan diri, semua ksatria di pulau sudah siap mengorbankan hidup mereka!". "Sayangnya, saat pertarungan, kami kalah telak hanya oleh satu pasukan Kaido."

"Oi! Itu kan karena mereka menggunakan gas pengecut itu!" sahut Franky geram.

"Yah, Kami mungkin siap menerima kekalahan dengan taktik pengecut musuh kami, ughh... tapi lain kali, situasinya akan berbeda! Kami tidak akan melakukan kesalahan yang sama dua kali. Kami masih punya kartu truf yang lain, lain kali kami akan menunjukkan kekuatan sesungguhnya bangsa mink!"

Kali ini Kinemon yang bicara. "Luffy-dono, kami sesungguhnya ingin menanyakan sesuatu! Kamu juga, Law-dono!" ucap Kinemon dengan serius.

!?

"Aku merasa malu harus meminta bantuan kalian lagi, apalagi kalian telah menyelamatkan kami, tapi... aku benar-benar kagum dengan kekuatan kalian! Jika takdir dan keinginan kita sejalan... maukah kalian menolong kami dalam peperangan mendatang melawan Kaido dan keshogunan Wano!" ucap Kinemon mewakili teman-temannya.

Usopp berteriak gembira. "Uwooooooo! Lebih dari yang kuharapkan! Samurai dan suku mink! Pasukan yang ingin aku lihat!"

Namun, Luffy memandangi mereka dengan wajah datar tanpa ekspresi sama sekali. "Tidak" sahut Luffy menyela.

Semuanya kaget. "K-kau bilang apa tadi?! K-kenapa T-tidak!? Apa kau sudah gila! Jangan katakan lagi!?" kata Usopp.

"Tunggu sebentar Kinemon! Lupakan kata-katanya tadi! Kami akan memberinya pelajaran dulu"

"Luffy benar" sambung Nami kemudian.

"A-apa katamu, Nami!?" sergah Usopp tak percaya. Ia mengira Nami akan mendukungnya.

"Pertama, kita bernegosiasi dulu" mata Nami tiba-tiba berubah menjadi Berry.

"Oh tidak! Hentikanlah!" teriak yang lain.

Namun Luffy kemudian bersikeras. "Dan kau itu apa, Momo!? Hanya sebuah simbol, kah!?" teriak Luffy. "Kau tadi bilangkan, kalau kau itu orang penting!? Kau itu pemimpin dari pasukan hebat ini, bukan!?" "Apa kau akan terus menangis seperti bayi!"

"Cukup, Luffy! Kenapa kau malah membuatnya menagis! Bisa-bisanya kau membully anak 8 tahun disaat seperti ini!?" kata Nami.

Bak buk bak buk.

"Luffy, dia itu penerusnya... " sahut Brook "Maksudnya, sampai dia cukup umur, dia tidak perlu melakukan banyak hal. Tugas orang-orang dewasa disekelilingnya untuk membantu dan memperhatikannya"

"Benar, aku minta maaf untuk semua itu Momo sayangku. Kapten bodoh kami tidak bermaksud serius." Nami mencoba menghibur Momonosuke.

Melihat gerak-gerik Nami, Brook langsung protes. "Justru kau orang dewasa yang tidak boleh didekatnya!"

Hm? Momonosuke tidak menggubris perkataan Nami dan Brook. Kali ini, dia tidak bersikap manja seperti sebelumnya. Ia berusaha keras menahan tangis. Meski masih teringat dengan peristiwa pahit yang dialami sebelumnya, saat mereka menyelamatkan diri dari penyerangan Kaido.

"Momonosuke! Kau tidak akan sepenuhnya mengerti semua hal. Inilah dunia sesungguhnya!"

Situasi saat kerajaan Wano diserang Kaido ditampilkan samar-samar. "Kami terkepung! Nyalakan api! Ibuuuuuu! Kita harus pergi! Ada tempat aman bagi kita untuk lari! Semuanya lari!" "Ayahmu.. cuma pemimpin yang bodoh." ujar Yonko Kaido.

Perlahan-lahan ia mendekati Luffy. Dengan mengumpulkan segala keberaniannya, ia mengumumkan tekadnya. "Aku ingin mengalahkan Kaido!" "Kaido musuh kedua orang tuaku! Ibuku juga jatuh ditangannya! Bahkan aku berharap cepat besar dan menjadi kuat, agar dapat membalaskan ayah dan ibuku! Aku mau melindungi semuanya!"

"Tuan Momonosuke..." kata Kinemon terisak-isak. "Perasaan ini saja... lebih dari cukup...!" ucap Nekomamushi. Ia ikut-ikutan menangis. "Kau memang orang tua yang cengang" ucap Nekomamushi. "Diamlah."

"Tapi.. aku tidak kuat." lanjut Momonosuke "Karena itulah aku berharap padamu agar mau bertarung bersama-sama kami, Luffy!" kata dia sambil mulai bersujud untuk memohon pertolongan. "Kumohon! Aku memintamu unt...oof!" Luffy menghentikan aksi Momonosuke.

"Sudah, lebih dari cukup." "Ayo kita bergabung pasukan! Sebuah aliansi! Aku akan mengalahkan Kaido!" seru Luffy dengan lantang. Ia mengulurkan tangannya.

"Terima kasih banyak! Terima kasih, Luffy!" kata Momonosuke berurai air mata sambil menggenggam tangan Luffy.

"Bukan seperti itu, kau seharusnya menepuk tanganku, tepuk tangan loh!"

Semuanya tersenyum bahagia.

"Meskipun dia hanya bocah 8 tahun, sepertinya Luffy-dono lebih menganggap tuan Momonosuke sebagai orang dewasa dibandingkan kami." ujar Kinemon.

"Kau benar. Kepercayaan yang mengagumkan." sahut Inuarashi.

Tapi ada pula yang kurang berkenan. "Topi jerami-ya, bagaimana kepercayaan denganku? kau sama sekali tidak menanyakan pendapatku!" protes Law.

"Oh! Tapi kau pasti setuju, kan?"

"Bukan itu masalahnya!"

"B-baiklah semua! Dalam rangka mengalahkan Kaido, kita bersepakat membentuk... Aliansi Ninja Bajak Laut Mink Samurai!"

"Ribet banget ngucapinnya"

"Ninja harus dicantumkan juga?" celoteh Nami.

"Tentu saja harus!!!"

"Kalian tidak harus menundukkan kepala lagi kepada kita! Jadi aliansi artinya kita menjadi... Teman!" kata Luffy sambil tersenyum riang. "Bukan itu maksudnya!!" sergah Law.

"Meskipun kita sudah beraliansi... namun aku ada satu syarat." kata Topi Jerami lagi.

Mm. Hm? semua bertanya-tanya. "Tunggu dulu! Kau harusnya menyebutkannya hal ini sebelumnya!?"

"Kami sebetulnya kehilangan satu orang kru saat ini."

"Ah.. masalah Sanji itu, ya?" kata Nekomamushi.

"Apa maksudmu? Dengan Big Mom, ya!? Ini pertama kali aku mendengarnya!" sahut Inuarashi.

"Ya, itu karena paman tertidur saat itu terjadi."

"Aku akan pergi dan membawa dia kembali. Sampai saat itu, aku ingin semua menunggu dan tidak memulai masalah! Lagipula Sanji sangat kuat lho! Dia sebanding dengan seribu orang!"

"Kalau aku dua ribu orang!" protes Zoro. "Ya, ya, kami sudah tahu" kata Nami.

"Begitu ya, menjanjikan sekali. Apa kau akan baik-baik saja? Kau melawan seorang Yonko, loh!"

"Yah, bukan berarti aku akan bertarung melawannya! Aku akan baik-baik saja! Aku akan pergi bersama Pekomamushi."

"Peko... mamushi?" kata Inuarashi bingung.

......

Dari distrik tempat pemukiman Guardian. "Hari ini seperti hari keajaiban!" seru Wanda gembira.

"Tepat sekali! Dahulu kala Tuan Inuarashi dan Nekomamushi dikatakan bersahabat erat, tapi suatu hari, setelah mereka kembali dari perjalanan yang panjang, mereka berubah saling membenci satu sama lain!" sahut Pedro. "Pertengkaran yang membuat mereka nyaris saling membunuh! Aku penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi..."

"Itu terjadi saat aku belum lahir, bukan?"tanya Carrot.

"Bahkan, aku dan Pedro masih anak-anak." ucap Wanda.

"Hari ini pesta perayaan perdamaian penguasa kita!" teriak para mink. "Sekarang kita dapat tidur dan bangun sesuka kita!" "Kemana kelompok topi jerami pergi!?"

......

Sementara itu disaat yang sama dari arah lautan. Beberapa kapal bajak laut perlahan mendekati gajah Zunisha. Sebuah kapal agak rusak dengan layar compang-camping memimpin beberapa kapal lainnya yang lebih baru. Mereka tak lain adalah Jack dan kelompoknya, salah satu tangan kanan Yonko Kaido yang mencoba kembali ke Zo.

"Objek terlihat, Jack-sama!"

"Ya, tanpa kaubilang pun, aku sudah dapat melihatnya, dasar bodoh!" "Tembak habis-habisan benda itu, aku tak percaya harus datang kesini lagi"

Para penduduk Zo kembali dalam bahaya.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.