FANDOM


Dari negeri pasir, Kerajaan Arabasta. Dua kapal berlayar meninggalkan pulau itu. Satu kapal dari delegasi kerajaan dan satu lagi, kapal angkatan laut.

"Hati-hati di jalan...!!" teriak para warga. Dari tepi pelabuhan, ratusan orang-orang mengantar kepergian raja mereka.

"Yang Mulia...!! Vivi-sama...!!"

"Vivi-chan kelihatannya senang sekali" ucap si pak tua Toto.

"Kurasa semangat bajak lautnya telah bangkit kembali" ucap pria berkacamata di sebelahnya.

Kapal Arabasta itu dikawal oleh sebuah kapal angkatan laut dengan tulisan HINA tertera di layarnya, jadi sudah pasti kapal itu dikepalai oleh Hina. Dan memang benar, perempuan yang kini jabatannya telah meningkat menjadi Laksamana Muda itu ada di sana.

"Di sini Hina, kami baru saja meninggalkan Arabasta.." lapor Hina lewat alat komunikasi. Jango dan Fullbody beserta pasukan angkatan laut lainnya yang berdiri di belakang tampak terpana sambil membawa karangan bunga.

"Kami akan menjaga baik-baik perjalanan Keluarga Nefertari menuju Mariejois, lalu akan sampai kira-kira..."

Dari kapal kerajaan... "Vivi-sama...!!" teriak Igaram panik. Terdengar suara teriakan dari kapal Kerajaan Arabasta. Suasana di kapal tempat Vivi berada itu sedikit gaduh, "Vivi-sama!!"

Vivi, perempuan bangsawan itu berdiri di puncak tiang layar sambil menikmati angin yang berhembus sehingga membuat orang-orang di bawahnya khawatir, terutama Igaram.

"Aku suka udara laut biru ini..." ucap Vivi santai, sementara Igaram makin panik, "Kumohon turunlah, Vivi-sama...!!"

Kepanikan Igaram makin menjadi, "Bagaimana kalau monster burung datang dan menerbangkan Anda!? Bagaimana kalau ada penembak jitu!? Bagaimana kalau ada meteor yang lewat!?"

"Jangan terlalu khawatir, Vivi-sama kan pernah jadi bajak laut.." ucap Pell.

"Shtttt..!!!" bentak Igaram sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibir.

Igaram kemudian berbisik, "Itu memang benar, tapi jangan lupa kalau kita sedang berada di dekat angkatan laut!!"

Raja Arabasta, Nefertari Cobra juga ada di kapal itu, namun kelihatannya kondisinya sedang tidak begitu baik. Ia bahkan harus duduk di kursi roda. "Uhk..."

"Jangan memaksakan diri Anda, yang mulia." ucap Chaka, "Kondisi Anda masih lemah.."

"Tidak, aku baik-baik saja..." ucap Raja Cobra.

Raja teringat dengan Nico Robin, "Semenjak aku bertemu Nico Robin, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin kusampaikan pada Pemerintah Dunia." ucapnya.

"Tentang Poneglyph ya?" ucap Chakka.

"Ya" jawab raja. "Karena itulah aku harus hadir dalam pertemuan kali ini"

"Kalau ada kesempatan," ucap Raja lagi, "Aku juga ingin tahu apa yang sudah Raja Keluarga Nefertari lakukan di masa lalu"

Vivi kemudian melompat terjun dari atas layar, "Bahaya Bahaya Bahaya Bahaya...!!!" teriak Igaram setengah mati meski pada akhirnya Vivi berhasil mendarat dengan selamat.

"T-Tuan Putri...!! Tolong hentikan aksi berbahaya Anda ini...!!" teriak Igaram lagi.

Vivi menghampiri ayahnya, "Bagaimana keadaanmu, Ayah?"

"Tidak bagus..." jawab raja. "Kalau saja kau bisa cepat cari suami yang baik, uhk uhk..."

"Haduh, tolong berhenti menggunakan kesehatanmu sebagai alasan untuk memaksaku menkah" ucap Vivi.

"Tapi sudah ada banyak sekali pangeran yang ingin melamarmu manjadi istrinya"

"Haha, sudah biarkan saja mereka" ucap Vivi, tersenyum sambil memejamkan sebelah matanya.

Yang mulai bergerak bukan cuma Arabasta, kerajaan-kerajaan lain dari berbagai belahan dunia juga sudah bersiap.

Di East Blue, Logue Town, seorang raja dan ratunya tampak sedang berada di sebuah hotel mewah. "Selamat atas penobatan anda menjadi raja, Yang Mulia. Hotel ini dibangun khusus untuk keluarga kerajaan yang ingin menghadiri pertemuan dunia empat tahun sekali.. Kuharap anda menikmati pelayanan kami?"

"Bagaimana, sayang? Lumayan, kan?" ucap sang ratu, Ratu Kerajaan Goa, Selly Nantokanette.

"Tak ada yang spesial. Aku cuma bisa lihat makam Roger dari ruangan ini" keluh sang raja yang berdiri di depan jendela sambil melihat ke arah luar.

"K-Kalau begitu silakan beristirahat setelah perjalanan panjang anda... Raja Stelly" ucap pelayan kamar.

Raja Stelly menjawab, "Yah... cepat pergi sana, dasar bodoh".

......

Alasan kenapa banyak negara menjadi sibuk adalah karena pertemuan yang terjadi empat tahun sekali di pusat dunia, tanah suci Mariejois...

REVERIE!

Pada pertemuan para pemimpin tertinggi dunia, raja dari 50 kerajaan berbeda berkumpul dan membicarakan masalah yang sedang terjadi di dunia; mereka membuat solusi bersama untuk tahun-tahun mendatang.

Akan tetapi, pembicaraan yang damai antara pemimpin-pemimpin berlainan itu juga sering tidak berjalan lancar.

West Blue, negeri Kano... "Don Chinjao... Sai belum kembali juga!? Perang sudah berakhir...!!"

"Sepertinya mereka takkan sempat untuk pertemuan dunia! Banyak yang aku harapkan dari mereka untuk disampaikan." ucap pria bertato naga di kepala.

South Blue, Kerajaan Drum Iblis Hitam... "Mahahaha!!" Wapol si Raja negeri itu tertawa, "Negeri Sakura!? Dalton si bodoh itu!! Kali ini aku pasti akan menjatuhkannya!!"

Grand Line, Kerajaan Sakura... "Apa!?" Dalton kaget.

"Buang jauh-jauh wajah kagetmu itu!!" ucap Doktor Kureha, "Aku akan menjadi doktermu untuk perjalanan ini. Kau harusnya senang kan!?"

Dressrosa, negeri Hasrat dan Kasih Sayang... "Apa aku boleh ikut!?" tanya seseorang. Ternyata itu adalah Rebecca.

"Tentu saja..." jawab Viola.

"Terima kasih, Violet-san!!" jawab Rebecca sambil tersenyum.

"Anda pasti senang sekali, ya?!" sahut Putri Mansherry ikut senang.

Kerajaan Prodence... Raja Elizabello II menghubungi Raja Riku, "Raja Riku!! Aku sudah menolak semua kapal perang yang hendak mengawalku!! Apa kau mau barengan pergi denganku? Menuju Tanah Suci!!"

"Hah, kenapa semua orang menganggap pertemuan ini seperti pergi liburan saja?" ucap Raja Riku.

"Yah, memangnya kenapa!? Hahaha!! Ini memang pesta kau tahu!!"

Dasar laut Red Line, Pulau Manusia Ikan... "M-maaf, aku tak bisa, aku takut!!" ucap Putri Shirahoshi sambil memeluk ikan hiu raksasa, "Luffy-sama sudah berjanji padaku, pada pertemuan kami selanjutnya dia akan membawaku ke hutan sungguhan yang ada di daratan..."

"Tentu saja Luffy-kun bisa membawa Tuan Putri bahkan pergi lebih jauh nanti. Tapi kali ini kita akan pergi ke Mariejois, lokasinya hanya berada tepat di atas kita..." ucap menteri kuda laut. "Kakakmu dan pasukan kerajaan juga akan pergi ke sana..".

"Tidak berhasil, ya?" kata menteri kanan.

"Ayah, Bagaimana kalau kita biarkan saja Shirahoshi tetap tinggal di rumah-lamiredo?" saran Ryuboshi.

"Iyah.., semua yang kita butuhkan sudah cukup, tanda tangan dari orang-orang kita-mambo!!" kata Manboshi ceria seperti biasa.

"Tapi jika dia tidak ikut, kesannya seolah kita masih belum mempercayai manusia sepenuhnya" ucap Raja Neptune. "Ini sulit..."

"Shirahoshi, apa yang sudah kamu pelajari dari topi jerami? Pertemuan ini merupakan mimpi terbesar ibu kita" ucap Fukaboshi. "Ayo ikutlah bersama kami?"

Sementara itu di sisi Luffy dan yang lainnya... Mereka bisa sampai di Thousand SUnny dengan selamat.

"Sedikit ke kanan..." "Iya..."

Chopper menggerakkan kemudi dengan tubuh lunglai, "Segini...?"

"Yah... Sedikit lagi..." ucap Nami, sama-sama tidak semangat.

"Hei kalian...!!" bentak Luffy, "Ayo tunjukkan semangat kalian!! Kalian benar-benar menyedihkan!!"

"Diam!!!" balas Nami, "Ini semua gara-gara kau melompat begitu saja dari Zou tanpa bilang-bilang!! Semuanya masih syok, bodoh!!"

Arwah Brook sampai keluar dari tulangnya, dan Pekoms tergeletak di lantai. "Terima kasih... Aku benar-benar bersyukur bisa tetap hidup... Aku akan mengingat ini, Luffy...!!" kata Pekoms kepada dirinya sendiri.

"Ah..." Nami melihat ke arah log, "Masih belum, sedikit ke kanan lagi..."

"Yosh!! Serahkan saja padaku!!!" seru gadis kelinci sambil melompat-lompat.

"Tuh!! Bersemangatlah seperti dia!!" ucap Luffy.

"Wow!! Kita benar-benar berada di laut!! Kapal berat ini benar-benar bisa mengapung di atas laut!!" ucap gadis kelinci itu.

???

"Eeeh!?" Luffy baru sadar. "Kenapa kau bisa ada di sini...!?" teriak seisi kapal.

Ternyata dia adalah Carrot, gadis dari mink kelinci. "Carrot?!" "Carrot!? K-kau... B-bagaimana b-bisa?!" teriak Pedro.

"Aku hanya mengikuti kalian, garchu...!!" ucap Carrot riang sambil melompat, memeluk dan menjilat pipi Luffy.

"Argh...!!"

"Nami!! Chopper!! Tuan Tengkorak!!" semuanya dijilat satu-satu, "Uuh, keras sekali..." ucap Carrot saat menjilat Brook.

"Aku sungguh minta maaf, tapi kita harus kembali!!" ucap Pedro.

"Jangaaaaan...! Nanti Wanda akan menghukumku!!" kata Carrot sambil merengek.

"Apa kau ingin menghalangi jalan penyelamat kita, Carrot!? Ini bukan perjalanan tamasya, kita akan menuju markas Yonko!!"

Carrot bersujud, "Aku hanya ingin pergi melihat laut sungguhan sekali saja kumohon... Aku bersedia melakukan apa saja... Dan oh, aku sudah mempersiapkan bekal! Ada bento wortel, snack wortel, jus wortel..."

Semua makanan yang Carrot bawa dasarnya wortel lol.

"Segitu saja memangnya cukup untuk berapa lama?" tanya Pekoms.

"Setengah hari kurasa... Kudengar laut itu luas.."

Alangkah terkejutnya Carrot saat ia diberi tahu kalau perjalanannya akan membutuhkan waktu jauh lebih lama dari itu. "Apa...!? Perlu berhari-hari!? Bahkan kalau memakai jalan pintas!? Lautan seluas itu ya!? Lautan benar-benar... Negeri yang luar biasa..." Carrot malah terharu.

"Sebenarnya lautan itu bukan negeri.." ucap Pekoms.

"Ini adalah kali pertama aku meninggalkan kampung halaman..."

"Yah, mau bagaimana lagi, dia sudah ada di sini.." ucap Luffy, sambil makan wortel yang dibawa Carrot. "Bisakah kau melindungi dirimu sendiri?"

"Yah, aku bisa melakukannya berkat.... KENAPA KAU MEMAKAN WORTELKU!!!??"

Mendadak Carrot melesat dan menggigit leher Luffy. "Ah leherku... Leherku...!!"

"Luffy, elus kepalanya!!!" teriak Nami.

Luffy pun mengelus kepala Carrot dan... "Ehehehe..." mendadak gadis kelinci itu jinak.

"Uukh... Dia hampir... Membunuhku... Gigitannya kuat sekali..." ucap Luffy.

"Oke, sepertinya kau boleh memakan wortelku.." ucap Carrot.

Chopper sampai melongo, "Luffy dihajar habis..!!"

"Yah, paling tidak sekarang kita punya tambahan tenaga untuk membantu. Dia itu petarung yang tangguh juga loh" ucap Pedro, yang saat ini berjaga di atas layar.

"Eh, sejak kapan Pedro sudah ada disana..?" sahut Brook.

"Huh, aku lapar... ayo kita makan..." kata Luffy, "Seseorang, buatkan aku sesuatu.."

"Duh, kalian ini memang tak bisa membantu sama sekali. Biar aku saja yang memasak." ucap Nami. "Kalian tetaplah berjaga."

"Hore!!"

"Tiap orang bayarannya 5000 Berry ya..."

"Tunggu!! Tunggu!! Tunggu!! Tunggu!!" Luffy dkk langsung protes.

"Itu sih hampir sejumlah semua uangku!!"

"Jadi mau bagaimana lagi?"

"Biar aku saja yang masak!!" ucap Luffy.

"Eeeh!?"

Di atas, Pedro menerima sebuah surat kabar dari burung pengantar koran. Pedro membaca isi koran itu, "Besar sekali judulnya!"

"Negeri yang telah ada selama ratusan tahun, tersembunyi dalam kerahasiaan akhirnya ditemukan. Markas Pusat Pasukan Revolusioner, Baltigo, telah hancur menjadi reruntuhan!!".

Sebuah berita menggemparkan dari koran!

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.