FANDOM


Beberapa jam sebelumnya... Dari dasar laut. Para anggota Bajak Laut Matahari sedang berkumpul, termasuk Wadatsumi yang tampilannya paling mencolok dari posisi paling belakang. Kapten mereka, Jinbe tampil didepan sedang membicarakan sesuatu. Ya, ia sedang membicarakan niatnya yang dulu untuk melepaskan ikatan mereka dengan Bajak Laut Big Mom.

"Topi jerami Luffy adalah orang yang akan dapat mengubah dunia ini!!!" kata Jinbe.

"Namanya mungkin baru terdengar di telinga kita, Tapi, aku sepenuhnya percaya jika dia yang akan menguasai lautan ini... Bukan oleh keempat Yonko, tapi olehnya sendirian!!!"

"Aku ingin sekali membantu pria ini dalam jalannya!!! Aku berharap dapat berlayar bersamanya dan mengorbankan nyawaku jikapun diperlukan!!! Aku memprediksi jika aksi ini pada akhirnya akan berakhir dengan perang untuk kebebasan para ras manusia ikan sekaligus!!!" tambahnya lagi.

"Dalam dua tahun terakhir, kau sering menyebut-nyebut nama Luffy. Jika kau percaya dan hormat kepadanya, aku tidak melihat ada alasannya kenapa kau tidak mengubah kata-katamu menjadi aksi nyata." sahut Aladdin. Seorang manusia ikan pria dengan senjata trisula dipunggungnya meladeni Jinbe berbicara. Dia adalah Aladdin, wakil kapten Bajak Laut Matahari, seorang manusia ikan brotula berjanggut kambing.

"O-oh! Benarkah aku berbicara tentang dirinya begitu sering?"

"Pergi dan ikuti keinginanmu, Jinbe? Ufufu..." sahut Aladdin lagi sambil tersenyum.

"Oh, kalian semua baik-baik saja dengan hal ini?!"

"Kapten, kenapa pula kami harus komplen? Kau yang awalnya seorang mantan komandan pasukan kerajaan, menukar status itu dengan kehidupan sebagai bajak laut, hanya agar dapat berjuang bersama-sama kami yang mantan budak Mariejois ini!! Dan lagi setelahnya, kau juga bersedia menerima tawaran bergabung dengan Shichibukai hanya dalam rangka mengangkat status kita ras manusia ikan di seluruh dunia!"

"...dan kami tahu alasanmu menjadi bawahan Big Mom, bukan hanya untuk melindungi kami namun juga untuk melindungi karajaan kita dengan nama besarmu!"

"Kapten, kau selalu membuat keputusan atas dasar bagaimana itu menguntungkan buat sekitarmu! Kau tidak perlu lagi membawa beban itu, Jinbe! Coba pikirkan tentang dirimu saja sekali-kali, Jinbe!!! Mulai saat ini, cobalah untuk mengikuti keinginanmu sendiri dan menjadi sedikit pemaksa!!!"

Para manusia ikan bersorak atas pengumuman Jinbe. Mereka justru mendukung keputusan Jinbe untuk bergabung dengan Luffy.


"Maju Jinbe! Yeah, kapten!" kata beberapa manusia ikan.

"Kami dapat mengurus diri kami sendiri, anda jangan khawatir tentang kami"

"...aku betul-betuk berterima kasih!" ucap Jinbe terharu.

"Misalkan, bahkan jika kita semua mendukung keputusan ini, aku ragu jika Big Mom akan melepaskan kita begitu mudah."

"Kemungkinan terburuk, jika kemarahannya mengarah ke kita semua, yang bisa kita lakukan hanya kabur menyelamatkan diri, bwahaha!"

"Tapi, bukankah ini menempatkan Aladdin di posisi yang sulit? Maksudku, karena ia memiliki hubungan erat dengan nona Praline dan sekarang menjadi anggota Keluarga dari Big Mom..."

Seorang manusia ikan wanita muncul keluar menyela pembicaraan. Dia adalah istri Aladdin; Charlotte Praline, putri ke-29 Big Mom, setengah manusia ikan hiu martil.


"Wah wah wah! Kalian ternyata mengkhawatirkan daku, yah? Sha sha sha" kata Praline sambil tersenyum dengan memamerkan gigi-giginya yang runcing.

"Woah!! Nona!! Anda rupanya menguping pembicaraan ini?!"

Putri ke-29 Keluarga Charlotte, Charlotte Praline (setengah duyung hiu kepala martil)

"Apa?! Apa kalian coba menyembunyikan sesuatu dariku?! Kukira hubungan kita lebih dekat dari itu?!"

Eek!

"Aladdin!! Jangan katakan jika kau bermaksud meninggalkan aku... Jika semuanya berjalan buruk dengan mama?!"

"Tidak, tentu saja tidak! Aku yakin aku akan dapat berbicara dengannya!!"

"Tak perlu ada pembicaraan!! Kau tahu jika aku lebih memilihmu daripada mama, sayang. Bawa aku bersamamu kemanapun jika hal yang buruk terjadi"

"Kyaaaahhh!!! Romantis sekali!!" pekik para manusia ikan tersipu.

Jinbe kemudian meminta bantuan Wadatsumi sekali lagi. "Maafkan aku, Wadatsumi. Aku sudah merepotkanmu tadi, dan sekarang..."

"Gak masalah bos Jinbe. Aku juga senang bertemu dengan semua orang disekitar!!"

"Dan juga, Praline, Apa kau benar yakin jika kita dapat memancing kemarahan mama jika aku pergi?" tanya Jinbe.

"Lihat saja, anda juga bukan orang pertama yang berniat lepas dari mama. Bukan bermaksud buruk, Tapi, tak ada satu jiwa pun yang cukup bernyali untuk mengutarakan kata-kata itu... dapat terus hidup untuk keesokan harinya, shashashasha!!!"

!!!? menakutkan.

......

Sementara itu, di Pulau Whole Cake, ibukota "Sweet City" timeline sekarang. Keadaan kota berangsur pulih setelah amukan Big Mom berhenti. Namun, para penduduk kota masih syok atas kejadian yang menimpa walikota mereka. "Tuan Moscato!!! Tuan Moscato telah tewas!!"

"Mohon jangan tinggalkan kami, tuan Moscato!!!"

Beberapa kru Big Mom sedang sibuk membersihkan kekacauan yang ditimbulkan. Dua bayangan hitam mendekati tubuh Moscato. "Minggir!!!"

"Waahhhh!" seorang anak kecil yang memeluk tuan Moscato dilempar keluar.

"Cepat dan pindahkan tubuhnya"

"Iya, nyonya." kata bayangan itu.

"Ingat, tepat di saat-saat terakhir, ya? kau mengerti?!"

"Hai, tuan Mont d'Or!! Akankah bos Jinbe dibunuh juga?!" tanya anak kecil itu.

"Mana aku tahu!! Satu hal yang bisa aku bilang, jika mama sedang diamuk kemarahan, tak ada satupun yang selamat bahkan anaknya sendiri!!"

Dari kastil Big Mom, Whole Cake Chateu. Big Mom sedang berbicara dengan Jinbe. Mereka membahas tentang rencana Jinbe untuk keluar dari krunya. "Jadi kau ingin lepas dariku... Jinbe..."

"Kenapa, bos?! Mohon jangan pergi!! Mengapa kau harus pergi!! Squee!!" teriak para Homies.

"Diam!!!" bentak Big Mom.

"Dia adalah bajak laut yang hidup dengan kebebasan. Akan tetapi, hubungan terputus dengan anaknya adalah aib bagi orang tuanya. Jinbe, kepergianmu akan menyebabkan kehilangan besar dan membuat kekuatan kami menjadi lemah"

"Yah, aku mengerti..." ucap Jinbe.

"Jangan cuma bilang 'aku mengerti'! Bukankah adil jika kau juga kehilangan sesuatu yang harganya sama!!! Hanya itu jalannya kita bilang sebagai pertukaran setara, kau setuju!? Mamamamama..."

"Bawa 'Rolet'nya kesini!!" perintah Big Mom.

"Eh...?!" sebuah papan rolet misterius dibawa kehadapan mereka. Papan rolet dengan sejumlah gambar kaki, tangan atau kepala serta beberapa angka-angka.

"Jadi, kira-kira kau akan kehilangan apa, ya?!!!"

......

Malam harinya di sekitar perairan teritori Big Mom. Kapal Thousand Sunny sedang dalam tujuannya menuju pulau Whole Cake. Tampak kapal Sunny sedang terjebak oleh laut yang membeku. Para kru topi jerami keluar untuk menarik perahu sambil melelehkan laut dengan api unggun besar. Disekitar mereka, ribuan semut besar tergeletak pingsan tertidur pulas. Pedro mmebantu Luffy melelehkan laut sementara Nami hanya berteriak memberi perintah.

"Manis sekali!!" kata Chopper. Ia mencicipi laut itu. Laut itu adalah laut permen yang membeku karena cuaca malam yang dingin.

"Dapatkah kita berhenti dulu dan tidur sebentar disini?" Luffy mengeluh.

"Apa kau sinting!! Bagaimana jika semut-semutnya coba menyerang kita lagi?!" bentak Nami.

"Lautnya akan mencair saat matahari bersinar. Tapi saat malam, area ini sedikit dingin dan lautnya menjadi membeku!" kata Pedro. Ia sedang sibuk menuang minyak ke api obornya.

"Seharusnya kau bilang sejak awal tadi!!"

"Semuanya, fokus kita sekarang untuk melelehkan benda ini... Jadi kita dapat keluar dari laut "permen" ini!!"

"Mengerti!!"

"Hanya untuk memastikan, aku hanya membuat mereka tertidur sementara!" kata Brook. Sepertinya, Brook yang membuat semut-semut itu tertidur dengan musiknya.

"Akan kacau jika mereka terbangun!"

"Aku sekali, kapalku habis termakan oleh semut-semut ini." kata Pedro.

"Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini?" tanya Luffy heran.

"Pedro dulunya juga seorang bajak laut sama seperti Pekoms!" sahut Carrot.

"A-apa?! Benarkah?!"

"Sebenarnya, aku sendiri juga tidak begitu mengerti saat itu. Aku mengira aku cuma penjelajah biasa, tapi tau-tau mereka sudah menempatkan bounty di kepalaku."

"Aku cuma menemani Pekoms setengah perjalanan."

"Aku memberitahu kalian cuma karena aku sudah mempercayai kalian... Tapi perjalanan kami untuk menemukan Poneglyps!! Kami hanya ingin berguna bagi tuan kami, master Nekomamushi.. hari saat kami menginjakkan kaki di pulaunya Big Mom.. jadi hari terakhir petualangan kami."

"Sebenarnya, kami dikalahkan disini sekali sebelumnya!!! Dan, itu bukan sesuatu yang layak untuk diceritakan." semua terkesima dengan penjelasan Pedro.

"Aku tak tahu!" sahut Carrot.

"Jadi, tempat ini pasti membawa kenangan buruk, ya?!" ucap Luffy.

"Jika pengalamanku disini diperlukan untuk menyelamatkan Sanji, aku tak punya cara lain, selain, ikut bersama kalian..."

"Aku sebelumnya diberitahu jika kedua pemimpin kami menunjukkan Road Poneglyph milik kami pada kalian. Saat pertama mendengarnya, aku hampir tak percaya. Meskipun kalian penyelamat kami... orang terakhir yang kami tunjukkan pada pihak luar selain klan Kozuki adalah... 26 tahun yang lalu tepatnya!! Serasa sudah lama sejak kami menunjukkan pada Gol D. Roger dan krunya."

"Kru raja bajak laut?!"

"Setelahnya, Roger berhasil sampai di Raftel dan menjadi raja bajak laut. Aku yakin duke Inuarashi dan master Nekomamushi melihat kesamaan antara kru mereka dengan kalian. Mereka yakin sekali jika kalian itu akan membutuhkan "Road Poneglyph" itu."

"...apa yang akan kau lakukan setelah mengalahkan Kaido?!" tanya Pedro kepada Luffy.

"A-apa.. itu terlalu jauh di dep.."

"Setelah itu, kau pasti memerlukan Road Poneglyph milik Big Mom!!! Jika demikian, bukankah tidak ada kesempatan yang lebih baik dari ini, melihat bagaimana kita dapat menyusup dan masuk jauh ke dalam wilayah teritorinya dia..."

"Akan bijak, jika kau mencuri poneglyphnya, sebagai misi tambahan selain menyelamatkan Sanji!!"

"Yah, Robin juga bilang begitu."

"Saat kita mendarat di pulau itu, maukah kau memberiku sedikit waktu? Aku janji aku akan sukses mencuri Poneglyphnya kali ini!!"

"A-apa?! Kalau semuanya demi tujuan kami, lalu, aku akan pergi bersamamu!!"

"Jangan.. mohon fokuskan perhatianmu pada penyelamatan Sanji. Situasi akan menjadi rumit saat kau berhsil membawa dia kembali!"

"Oh, begitu ya!! Oke, aku serahkan masalah ini kepadamu!! Shishishi."

"Baiklah, jadi begitu rencananya!!"

"Tunggu dulu, kedengarannya terlalu mudah..." potong Nami.

Hahaha...

"Sepertinya Luffy lahir dengan takdir ini, Yohohoho.." ucap Brook.

"Hm? Kau mengucapkan sesuatu, ya?"

"Oh, bukan apa-apa. Aku hanya asal ngomong saja.."

"Brook, Kadang aku tak mengerti kau."

Yohohohoho~

"Hm?" gumam Chopper. Ia sepertinya mendengar suara berisik.

Grrrrr! Grrrrr! ternyata, para semut itu telah bangun dari tidurnya.

"Semutnya bangun!!!" teriak mereka.

......

Keesokan paginya, "Hey!!! Bangun kalian semua!!! Kita sudah sampai!!!"

Ahh!! Woaahh!!

Kapal Thousand Sunny telah sampai di pulau Whole Cake. Pulau yang berbentuk kue tart super besar, lengkap dengan lilin-lilinnya. Seperti namanya, seluruh pulau itu terbuat dari kue yang dilapisi krim. "Pulau Whole Cake!!! Betul-betul seluruhnya dari kue!!!"

"Besar sekali!!! Jadi di pulau seperti ini para Yonko tinggal!!!"

"Di puncak kue yang paling tinggi itu kau lihat?!" sahut Pedro, "Disitulah istana tempat Big Mom tinggal!"

"Istana?"

"Nami, haruskan aku terus lurus ke arah depan?" tanya Brook.

"Iya, di depan ada tanjung dimana bisa kita berlabuh, Disana katanya penjagaannya tidak terlalu ketat!"

Ooooohhhhh!! Luffy melihat seseorang.

"Hei, ada seseorang yang sedang melihat kita dari arah pantai itu!!!"

Siapa sebenarnya orang yang dilihat Luffy?! Mereka hendak menginjakkan kaki di pulau yang ditinggali oleh seorang Yonko!

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.