FANDOM


Mengikuti saran Pudding sebelumnya, kapal Thousand Sunny berlabuh di barat daya pulau Whole Cake. Para kru sedang mempersiapkan diri untuk menjalankan misi masing-masing. Kelompok dibagi dua tim; tim Luffy, Nami, Chopper dan Carrot bertugas untuk membawa Sanji kembali, sementara Pedro dibantu oleh Brook bermaksud untuk mencuri poneglyph milik Big Mom.

Dari atas kapal Sunny... "Ayo, kita berangkat!" kata Brook.

Luffy dan Carrot berdiri menonton dari tepi Sunny. "Aku selalu geregetan tiap kali melihat benda ini!" kata Luffy tersenyum lebar.

"Woah! Benda apa itu?!" tanya Carrot penasaran.

"Channel 3!" pintu disisi kiri Sunny bertuliskan angka '3' besar pelan-pelan terbuka. Sebuah kapal selam 'Shark Submerge III' keluar dari channel 3. Dinaiki oleh Brook dan Pedro, mereka meluncur keluar menuju lautan.

"Ini dia!! Kapal selam 'Shark Submerge III'"

Dari dalam kapal selam. "Sebuah kapal selam, ya?!" kata Pedro takjub.

"Yohoho! Jujur saja, saat pertama kali menaikinya, aku juga merasa gugup! Tapi, jangan khawatir sobat, karena aku akan mengantar kita dengan selamat sampai tujuan!" kata Brook.

"Aku benar-benar minta maaf, Luffy! Meskipun aku yang mengusulkan misi tambahan ini, aku ternyata harus meminta Brook untuk membantuku." ucap Pedro.

"Aku akan sangat berguna! Lagipula, penyusupan adalah keahlian spesialku. Kami pasti akan mendapatkan cetakan poneglyphnya!" kata Brook optimis. Ia kemudian mengeluarkan jurus spesialnya; mengeluarkan jiwa dari tubuh.

"Gyaaaah! Sesuatu keluar dari tubuhnya!" teriak Carrot ketakutan.

"Nggak masalah, Oke Brook dan Pedro, kami mengandalkan kalian!" kata Luffy.

"Setelah bertemu Sanji dan Pudding, kami akan menunggu di area sekitar ini!"

"Kita harus tetap waspada, jangan lupa dengan pesan yang ditinggalkan Pekoms." kata Pedro.

"Baiklah, kalau begitu kami berangkat!"

"Ikuti saja arus sungai ini... hingga sampai ke istana Big Mom!"

"Bisakah kapal selamnya lebih dalam dari biasanya?"

"Yah, gak apa-apa!"

......

Sementara itu, Luffy dan sisa kru lainnya juga memulai misi mereka sendiri. Keempat kru menginjakkan kaki di pulau yang seluruh lapisan tanahnya terbuat dari kue.

"Baiklah, kita mendarat! Kita akhirnya sampai di pulau tempat Big Mom tinggal!"

"Terasa seperti petualangan bagiku!!"

"Jangan main-main!" teriak Nami.

Hm? Chopper mengamati tanah yang diinjaknya.

"Heeeeeyyy! Sanji!!" panggil Luffy, "Puuudiing!! Kami sudah sampai!!!"

"Kita mungkin sedikit telat. Apa kau benar-benar melihatnya, Luffy?"

"Tentu saja, aku melihat mereka berdua dengan jelas! Meskipun setelah itu mereka menghilang..." tukas Luffy mencak-mencak. Ia sepertinya menjadi kesal.

"Nami, coba lihat tanahnya, mereka terbuat dari krim kocok!" kata Chopper, "Enak!" dia mencicipinya.

"Kau benar! Ini pasti Meringue! Aku menduga pasti seluruh pulau ini terbuat dari kue?"

"Aaaaahhh! Rasanya jadi ingin tinggal disini!"

"Disini nih! Aku melihat Sanji dan Pudding berdiri disini, dan saat aku menoleh sekejap, mereka sudah menghilang!" teriak Luffy dari kejauhan. Ia ternyata sudah diatas puncak bukit.

"Memang benar kita ada di barat daya pulau... dan juga, Luffy pasti tidak sedang membual" kata Nami bertanya-tanya, "Tapi, aku tak mengerti bagaimana mereka bisa muncul dan lenyap seketika"

Hm? Luffy melihat sesuatu dari arah hutan. Ternyata Sanji sedang bersandar di pohon besar sambil memandangi mereka. Namun, ekspresi mukanya datar.

"Woah, Tunggu!!"

"Woi!!! Sanji!!!"

"Huh?!"

Ketiga orang, Luffy, Chopper dan Carrot segera berlari menuju kearah Sanji tadi. Sementara, Nami membalikkan badan untuk melihatnya. Namun dia tak menemukan apapun.

"Apa? Dimana?!"

"Ada apa dengan kalian, teman-teman?!"

"Kami baru saja melihat Sanji disebelah sana! Sepertinya ia bermain petak umpet!!"

"Benarkah?!"

Kemudian... trio Luffy, Chopper dan Carrot terbelalak tak percaya melihat sesuatu. Mereka sampai di sebuah hutan yang membuat ketiganya terpana dengan pemandangan yang disajikan. Hutan yang seperti ada di negeri dongeng dengan tanaman yang terbuat dari permen, tanah dilapisi krim, kue-kue dan coklat, dan terdapat sebuah jembatan yang bentuknya mirip kue donat diatas sungai yang berasal dari jus.

"Hah?! ...?!"

"H-hah?! Dimana dia perginya?!"

"Kita kehilangan jejaknya! Tapi lihat ini, Wow... kelihatannya lezat sekali!"

"Ini adalah hutan permen!"

"Aku suka baunya"

"He~uy! Sa-aanji~! Keluarl~aaah!!"

"Kalian bertiga mungkin memang melihatnya!" kata Nami, "Tapi mengapa dia terus menghilang?! Apa mungkin dia sedang malu akan sesuatu hal?" tanya Nami heran. Ia kemudian mengingat kembali perkataan Sanji sebelum dia pergi

"Mohon percayalah padaku! Aku tak bermaksud menyembunyikan apapun kepada teman-temanku!"

"Mari berpisah dan mencarinya! Aku akan ke sebelah sana yang banyak kuenya!" kata Luffy tampak serius. Sementara lidahnya bergoyang kesana-kemari lol.

"Aku akan lurus ke depan, dari arah bau karamel berasal!" kata Chopper dengan tatapan berbinar.

"Lalu aku akan ke situ! Jelly Bean itu memanggilku!!" seru Carrot. Mereka senang sekali kelihatannya.

"Kendalikan diri kalian!!! Aku punya firasat buruk tentang ini!!" teriak Nami cemas.

"Apa masalahmu? Kita kehilangan jejaknya, jadi kita hanya perlu mencarinya lagi!"

"Wah, wah, teorimu Luffy, berasal dari insting kelaparan tanpa rasa khawatir" "Kalian semua sepertinya telah tergoda rayuan maut saat ini"

"Baik kalau begitu!! Aku akan mencarinya bersama kalian semua, tapi kita harus tetap bersama! Tak ada seorang pun yang kesana kemari sendirian, mengerti semua?!" kata Nami.

Tak ada jawaban.

"Bunga ini juga terbuat dari permen! Enak banget" kata Chopper sambil mencicipi permen bunga.

"Berhentilah tergoda! Jika kau perhatikan benar-benar, seluruh tempat ini dipenuhi oleh kue-kue!" kata Nami, "Bukankah ini terlihat aneh! Saat ini kita ada di wilayah musuh! Kita akan terus mencari sesaat lagi, tapi jika kita tak dapat menemukan Sanji secepatnya, kita akan kembali ke tempat awal!".

"Apaaaa?!"

"Manis sekali!" ucap Chopper. Matanya sampai berbentuk hati. Kali ini dia mencicipi air sungai itu, "Teman-teman! Sungai hijau ini berasal dari jus melon!"

"Benarkah?!"

"Dan lihat dari dekat, jembatannya terbuat dari kue donat!"

Mereka berjalan melintasi jembatan donat.

"Bisakah kalian berhenti sebe..." ucapan Nami terhenti.

Tiba-tiba...

Grrrrrkkkk!!!

Seekor buaya super besar muncul dari bawah sungai membuka mulutnya lebar-lebar hendak memakan jembatan donat diatasnya sementara keempat kru semua sedang berjalan melintasinya.

"Uwaah?!"

"Cepat seberangi jembatannya!!!" kata Luffy.

Braaaakkk!!! Jembatannya hancur berkeping-keping. Luffy melompat menghindar sambil menarik Nami, disusul oleh Chopper dan Carrot. Chopper sampai berubah ke mode binatangnya.

"Sial!!!"

"Itu buaya! Luffy, haruskah kita menghajarnya?!"

"Tidak perlu..." ucap Luffy datar. Ia menatap buayanya tajam-tajam.

"Oh. Kalian cuma manusia." kata buaya itu. Ia ternyata dapat berbicara. Tak hanya itu, ia juga memakai topi dan berbaju layaknya manusia lol.

!!? Hah?

"Jadi maksudmu kami tidak layak untuk dimakan?!" teriak Luffy kesal.

"Bukan itu masalahnya!!!" ucap Nami tak kalah kesal.

"Seekor binatang, seekor buaya berpakaian seperti manusia... berbicara kepada kita!! Aneh dan menakutkan sekali!!!"

Luffy, Chopper dan Carrot memandangi Nami dengan tatapan heran, "Wah, kau mengatakannya, ya?!. Tapi, apa itu benar-benar sesuatu yang sangat menakutkanmu disaat seperti ini?"

"Y-yah... a-aku mengerti maksud kalian?!" balas Nami merasa malu.

"Aku sungguh yakin kita harus menuruti Pudding dan menunggu di dekat pantai sekarang! Lihatlah, kita sudah kehilangan jalan untuk kembali!"

"Kalau jembatan roboh masalahnya, mudah saja! Kita hanya perlu melompati sungainya!"

Tiba-tiba semuanya terdiam heran... "Hah?"

"Hm? H-heh? H-hah?" sahut Carrot. Ia menoleh kesana kemari.

"Hm?"

"Haaahh?!!"

Di depan mereka, seseorang muncul. Seseorang yang mirip dengan Luffy. Sama persis!

"Siapa itu... ?! Mengapa Luffy nya ada dua?!"

"Siapa kau?!" teriak Luffy. Kedua Luffy saling berbicara dan bergerak bersamaan.

"Apa tadi kau tanya aku siapa?! Aku Luffy, tahu!!! Berhenti meniru aku!!!" kata kedua Luffy lagi, bersamaan. Keduanya sampai beradu kepala.

"Hah?! Apa maksudnya ini?! Mana Luffy yang asli?! Keduanya bergerak dan mengatakan hal yang sama persis!!".

"Tidak! Mereka berbeda!! Luffy yang satunya seperti bayangan di cermin.. Semua detil dirinya sama tapi terbalik!" ucap Chopper.

"Yang satu disebelah sana itu, Luffy yang kita kenal!"

Was! wus! was! wus! Luffy dan Luffy menggerakkan tangannya kesana kemari seperti sedang berjoget lol.

"Mereka seperti terlihat sedang bercermin dengan semua tingkah konyolnya itu! Aneh sekali... Siapa kau?!"

"Dia berbicara denganmu, bodoh! Jawab dia!!!"

Sementara itu, Carrot tiba-tiba melihat Sanji di kejauhan, "Hei, aku melihat Sanji lagi disana itu!"

"Disana, disana, di atas pohon itu!!!"

!!? Terlihat Sanji berbaring diatas pohon memandangi mereka.

"Sanji, apa yang kau lakukan disana?! Sanji! Kami datang untuk membawamu kembali! Dimana Pudding?!"

"Hey San...!!" teriak kedua Luffy bersamaan.

Doong! keduanya kembali beradu kepala. Kali ini bahkan sampai jatuh terbalik.

"Kau menghalangiku!!!" teriak Luffy

"Oh tidak! Dia kabur lagi! Sanji!!!" panggil Chopper.

"Kenapa kau ini..." kata Luffy marah, "Cepat menyingkir didepanku!!!" keduanya saling beradu pukulan.

"Sialan! ...teman-teman, kalian pergilah duluan!! Cepat, kejar Sanji!!!"

"B-baik!"

"Jangan pergi!! Chopper! Carrot!! Ada yang aneh dengan tempat ini!! Aku yakin hal yang aneh sedang terjadi!" ucap Nami.

Gomu Gomu no... Gatling!!! Kali ini Luffy tak dapat lagi menahan kemarahannya.

"Siapa kau?!" teriak kedua Luffy lagi, bersamaan!

......

Kemudian, ditempat lain. Trio Nami, Chopper dan Carrot terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mereka bertemu seseorang sedang terkubur hingga tinggal kepalanya. Dia masih hidup dan bergerak-gerak. Tapi yang paling mengejutkan adalah ukuran orang itu, super besar!

Eeeeeeehhh! Gyaaaaah! pekik ketiganya sampai-sampai mengeluarkan air mata.

"A-a... A-ada orang besar yang terkubur hidup-hidup!!"

"Woah, kalian menakutiku~!" sahut orang itu. Dia menyahut ternyata lol!

"Kau itu yang menakuti kami!" balas Chopper.

"Apa kau baik-baik saja?! Siapa yang melakukan ini padamu?!"

"A-ap.."

"Tubuhmu itu! Terkubur di tanah!"

"Aku terkubur karena aku menyukainya~"

"A-apa.. apa kau sudah gila! Aku tadinya mulai khawatir?!" teriak Chopper kesal.

"Aku hanya ingin minum jus saat ini."

"Bodoh amat!"

"Chopper, tenanglah. Tak ada gunanya memarahinya! Simpan tenagamu untuk hal lain yang lebih penting"

"Tunggu dulu... kalian bertiga..." kata orang itu, "Aku sangat menyukai jus apel. Jika pergi ke arah itu, kau akan menemukan air terjun jus apel. Tempat itu benar-benar surga." tambahnya. Dia malah memberi penjelasan.

"Abaikan dia, abaikan dia, abaikan dia! Mari fokuskan untuk mencari Sanji. Jujur saja, aku mulai merasa ini seperti mimpi buruk."

"Kalian pasti sedang mencari seseorang! Aku yakin telah berpapasan dengannya beberapa saat yang lalu. Aku akan senang sekali memberitahu arah mana dia pergi asal kalian mengambilkanku sedikit jus apel."

Kemudian... "!!" Carrot merasakan sesuatu mendekati mereka.

"Nami awas!!!" teriak Carrot.

Seekor kelinci berjubah dan bertopi menunggangi seekor burung bangau muncul hendak menyerang Nami dengan tombaknya. Untung Carrot cepat bertindak dengan menangkap Nami.

Gyaaaahhh! Beberapa pohon menjerit histeris terkena sabetan tombaknya. Pohonnya menjerit lol!

"A-apaa! Hah?!"

"Bahkan pohonnya juga berbicara.. dan kelinci tadi bermaksud untuk membunuhku! Ayo kembali ke tempat Luffy tadi! Mumpung kita masih ingat jalannya!"

"Tapi bagaimana tentang Sanji?!"

"Kita bahkan tak tahu apa itu benar-benar dirinya. Jika benar itu dia, dia tak akan hanya duduk diam melihat kita dalam kesusahan!"

Nami kemudian memeriksa log posenya. Tapi kompas miliknya itu berputar-putar tanpa henti. "Hah?! Kenapa kompasnya? Jamnya juga!! Semua hal yang terjadi di hutan ini benar-benar tak masuk akal!"

......

Hutan yang berada di barat daya pulau Whole Cake itu dikenal sebagai "Hutan Penggoda". Sebuah hutan misterius dimana pohon, semak-semak, tanaman bunga serta tanahnya dapat bergerak-gerak dan berbicara.

"Apa kau mendengarnya?" kata salah satu pohon tersenyum.

"Tentu saja!"

"Berpindahlah lebih dekat, semua!" perintah pohon yang lain. Semua pohon-pohon itu tersenyum dan bergembira.

Pohon~ ~~ Pohon~ ~~ mereka bernyanyi.

"Mari tutup jalan keluar mereka"

Bunga~ ~~ Bunga~ ~~

"Ayo bermain, biarkan kami ikut bermain" pinta salah satu bunga.

"Biarkan kami memainkan, permainan kematian"

Mereka benar-benar terjebak didalamnya! Hutan ini memiliki maksud yang jahat!!

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.