FANDOM


Bentrokan yang terjadi bukan hanya dengan seorang eksekutif yonko, melainkan dengan pria yang harga buronannya lebih dari 800 juta berry!

"Aku Cracker si Kesatria Biskuit! 'Pretzel' adalah nama pedang kepercayaanku ini. Senjata ini sangat unik, hingga tak ada tiruannya didunia! Akan ku baptis kalian dengan 'penyucian dunia baru' ini!" Ujar Cracker yang kini memiliki 8 tangan beserta pedang dan sebuah perisai biskuit.

"Dari mana asal tangan tambahannya itu!?" ucap Nami "Dia memang mengaku kalau pedangnya bisa berlipat ganda, sih"

"Luffy, ayo mundur dulu! Orang ini mungkin salah satu eksekutif" Teriak Nami.

Cracker hanya terdiam, sementara Luffy menggigit ibu jarinya seraya berkata "Tidak mau!"

ffwwsshhhhhh.....

"Gear third!!! Gomu gomu no....."Luffy berlari menghadapi Cracker.

"Kau tak bisa lari kemana-mana" ujar Cracker yang siap menerima serangan Luffy.

"ELEPHANT GUN!!!" Tanpa ragu, Luffy menyerang. Sekilas tampak mimik wajah Cracker berusaha menahan kekuatan serangan Luffy.

Serangan itu mampu ditahan, Luffy terpental ke belakang sembari berteriak "Wah!!!!"

Dengan cepat, Cracker menyerang balik Luffy memakai 3 pedang di tangan kanannya. Busoshoku sudah menyelimuti sekujur tubuh Luffy yang siap menahan serangan.

Luffy semakin terpental jauh. Haki buso sudah tak melindunginya, dan Cracker langsung berlari mengejar Luffy.

"Sial!" Ucap Luffy saat tersungkur ketanah.

Dengan cepat Crakcer menyerang Luffy, semua pedang yang ia genggam terus menghujani Luffy yang berusaha menghindar!

"Pretzel......" ucap Cracer sembari berancang-ancang. Kepanikan tampak di wajah Luffy dan...

"Roll!!!" Serangan salah satu pedang Cracker berhasil mengenai dada Luffy. Buso yang digunakan tak cukup kuat untuk menahan serangannya, Luffy kembali dibuat terpental jauh, ke arah pepohonan dan kue dihutan.

"Tidaaak!!!" teriak para Homies yang terhantam tubuh Luffy hingga menembus beberapa pohon.

Nami dan Pound hanya terpaku melihatnya.

"Uih uih..!!" ucap Brulee dengan wajah gembira di atas pohon.

"Ini gawat sekali..." Ucap Nami yang mulai ketakutan.

Sesaat ia ingat perkataan Chopper "Yang kita hadapi sekarang adalah kru seorang yonko! Selama ini kita sudah sangat meremehkan mereka!"

"Bahkan Luffy saja sampai kewalahan menghadapi salah satu bawahannya" kata Nami yang semakin kebingungan, akhirnya ia berteriak "Luffy!!!! Larii!!!"

"Uih uih..tunggu sebentar, manis! Seharusnya kau lebih mengkhawatirkan aku!" teriak Brulee.

"...dan aku-ju!" ucap sang raja pohon yang ditunggangi Brulee

Ju = pohon

Berikutnya, Brulee berbicara panjang lebar.

"Aku tahu persis bagaimana perasaan mu, kau takut kan!?"

"Uih uih...'Generasi Terburuk yang Terkenal' !? Coba sebutkan, bagian mana dari kalian yang disebut 'Terburuk' !? Yang bisa kalian lakukan hanya mendapat kejayaan sementara selama setengah perjalanan di Grand Line dulu!"

"Sudah tak bisa kuhitung lagi, berapa banyak bajak laut sesumbar yang mengatakan bahwa kapten mereka akan menjadi 'Raja Bajak Laut' selanjutnya."

"Serta, setiap saat mereka akan membentur dinding, sehingga ekspresi mereka berubah seketika menjadi putus asa sepertimu!"

Nami hanya bisa terpaku, diam seribu bahasa mendengar ucapan Brulee.

"Kalau diingat lagi..selama 2 tahun belakangan ini..beberapa rekan angkatan kalian bernasib sial karena sudah masuk wilayah Mama!"

"Kapten Kid, Apoo si Raungan Samudera, Gang Bege, dan Urouge si Rahib Gila!"

"Selain Bege, yang menyadari posisinya dan cepat memahami bahwa menjadi salah satu rekan kami adalah yang terbaik.....mereka yang tersisa satu persatu dikawal keluar dari wilayah kami tanpa pernah melihat Mama!" Ujar Brulee seraya memegang sebuah cermin

"Satu-satunya yang sanggup memberikan perlawanan hanyalah Urouge si Rahib Gila...bocah ingusan itu sebenarnya berhasil mengalahkan salah satu komandan kami!" Ucap Brulee sembari melempar cermin itu ke dekat Nami.

"Jika kau penasaran...sebelum insiden itu terjadi komandan kami ada 4, tapi sekarang tinggal 3"

"Tapi usahanya cuma sampai disitu, yang bisa ia capai hanyalah membuat Mama marah, sampai-sampai Mama harus mengutus Cracker! Tak ada yang bisa kabur dari hutan....aku yakin, mayatnya juga sudah mulai membusuk di suatu tempat di hutan ini!"

Nami yang dari tadi terus menyimak perkataan Brulee, langsung melihat ke cermin yang dilempar ke arahnya tadi. Tampak wajah jelek Brulee didalam cermin itu dan berkata "Dengar baik-baik, tempat yang sedang kau pijak saat ini adalah tempat semua impian di dunia baru mati!!"

Nami sempat kaget melihatnya.

"Berhadapan dengan Yonko!? Hah, Jangan mimpi! Kalian bahkan tak punya kesempatan untuk menyentuh Mama seujung jari pun!!!"

Brulee mulai keluar dari cermin itu.

"Menyusup ke dalam pesta teh?! Menghentikan pernikahan !? Membuat teman kalian kembali !? Menggelikan, konyol, dan mustahil!!!"

"Aghhh!" teriak Nami saat kakinya dipegang/ditahan oleh Brulee agar tak bisa kabur.

"Ketika baru pertama memasuki hutan ini...kalian sudah menyegel takdir kalian sendiri......dan kalian semua akan musnah tanpa pernah tahu seperti apa wujud Mama!!!"

"Tidaaaaak!" teriak Nami makin menjadi, seraya tersungkur ketanah.

"Ayolah...gadis kecil...bergabunglah dengan teman-teman mu didalam 'dunia cermin' ku ini! Aku akan pelan-pelan mencerai beraikan kalian semua di sisi seberang sana!"

"Pound-chan!!" teriak Nami

"Menyingkir kau Brulee!!!" seketika pukulan ayah Lola menghantam Brulee yang sedang menahan Nami.

Brulee terpental agak jauh. Nami pun mengucapkan terima kasih.

"Ayah tiri Pou....bukan, Pound saja! Tindakan mu sekarang sudah kelewatan, dilihat bagaimana pun sudah sangat jelas kalau tindakan mu ini termasuk 'pemberontakan' terhadap Mama!" tegas Brulee.

Pound mulai ketakutan setelah mendengar ucapan Brulee.

"Mati kau bodoh! Kau sudah tak bisa mundur lagi!!" teriak Brulee yang ingin menyerang Pound

"Thunder Bolt...TEMPO!!!!" Seketika petir menyambar Brulee dengan ganasnya. Berkat Nami, Pound terselamatkan. Brulee hanya bisa berteriak kesakitan ketika terkena serangan Nami, kemudian tersungkur tak sadarkan diri. Tentunya dengan tubuh gosong dan mulut mengeluarkan asap

Pohon disekitar sana hanya bisa terdiam melihat Brulee diserang.

"Brulee sudah jelas akan muncul lagi! Selama ada cermin, dia bisa muncul darimana saja!" ucap Pound

"Maaf,, sepertinya aku sudah menyeret kalian kedalam kekacauan ini! Sebenarnya tak ada yang berubah...mantan istriku sudah memberi perintah kepada anak buahnya, bahwa mereka bisa membunuhku kapanpun mereka mau" lanjut Pound.

"Tapi lupakan saja...apa kau benar-benar temannya Lola?!" tanya Pound

"Iya! tak salah lagi, memang dia!! Yang berarti ibunya memang benar Big Mom!" ucap Nami sembari memegang vivre card Mama.

"Kenyataan bahwa semua gemetar setelah sekilas melihat kartu ini adalah buktinya! Aku pasti akan memanfaatkan ini dengan baik, Lola!" Ujar Nami sambil mencium kartu itu.

Sekali lagi....penduduk hutan termasuk rekan-rekan Bruleee hanya terdiam.

Scene berpindah ke Luffy vs Cracker, bukan ditengah hutan lagi, mendekati dinding besar yang terbuat dari kue (pinggiran hutan).

Ada sebuah rumah dari kue dan sungai kecil didepannya.

"Ini gawat, tuan Cracker!! ini sudah lebih dari yang bisa kami tangani!!! Oi! ini bukan waktunya untuk panik! Jangan lupa, kalau di dalam hutan penggoda ini kalian hanya punya satu tugas!! Kalian bisa lari sesuka hati...tapi jangan biarkan mereka keluar dari hutan ini!!!" teriak seseorang, semua benda yang hidup serentak menjawab "Baik!!"

"Gomu gomu no........HAWK GATLING!!!!" dengan tangan yang berselimut busho, Luffy menyerang Cracker!

"HARD BISCUIT!!!" teriak Cracker ketika Luffy menyerangnya, ia berlindung dibalik biskuit besarnya. Keduanya pun saling beradu.

"....Sial! Busoshoku orang ini lebih keras dari yang selama ini pernah kuhadapi!!" ujar Luffy sembari terus menyerang.

Serangan Luffy tak berarti. Cracker mendorong Luffy dengan perisainya, membuat Luffy tersungkur ketanah. Terlihat kini Cracker sudah menggunakan 4 perisai biskuit

"Uhuk....haaah..haah.....uhuk uhuk..." Luffy terkulai lemas dengan wajah babak belur.

"Tenanglah..jika kau benar-benar menganggap Vinsmoke Sanji teman mu, maka lepaskan dia. Dia adalah pangeran ternama dari sebuah negeri super kuat...dia berada diluar jangkauan orang lemah sepertimu!" Ujar Cracker.

Cracker menekan Luffy dengan salah satu perisainya.

crack...snap..crack!!...

"Dia akan menikah dengan istri yang sempurna, dan menikmati hidup santai tanpa terlibat masalah .....disini bersama kami!" Cracker terus menekan tubuh Luffy.

"Kau ingin 'merebutnya kemali' ? Jujur saja, kau sangat egois! Kau bahkan punya nyali untuk menghancurkan kebahagiaan pria yang berani kau panggil 'teman' ??"

Luffy tak berkutik, tubuhnya terus tertekan dengan kuat.

"Bahkan jika secara ajaib kau sanggup menjangkaunya sekali lagi, pria berdarah bangsawan itu hanya akan menghela napas sambil berkata 'Pergi sekarang juga! Kalian para bajak laut rendahan hanya membuatku muak!!' " tegas Cracker yang terus menatap Luffy.

Pepohonan disekitar mulai tertawa, menambah ejekan ke Luffy.

Seketika....suara yang besar muncul dari sana.

"Gomu gomu no......!!!!!!"

Cracker mulai menunjukkan wajah panik!

"KONG GUN!!!!!!!!!" Luffy yang berada di mode Gear 4th langsung membara. Menembus perisai Cracker dan telak mengenainya!

Serangan kejutan seperti itu, membuat Cracker langsung terpental jauh dengan wajah bagai seseorang yang tak sadarkan diri.

Pepohonan dan makanan yang melihatnya terkejut seketika!

"Tuan Craker !?!?!?" teriak para Homies

"Hngg....." Cracker tersungkur tak berkutik . "JANGAN PERNAH BICARA SEOLAH UCAPAN ITU AKAN DIKATAKAN SANJI!! WALAUPUN DIA BAHAGIA DAN INGIN MENINGGALKAN TEMPAT INI....MUSTAHIL DIA AKAN BERKATA SEPERTI ITU PADA KAMI!!!!!!!" Amarah sang kapten sudah tak terbendung, Gear 4th siap menyerang kapan saja tanpa belas kasihan.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.