FANDOM


Pepohonan serta bunga-bunga hidup di hutan Big Mom ternganga dan tak bisa berkata apa-apa saat menyaksikan komandan mereka, Cracker dijatuhkan oleh satu pukulan Luffy. Akan tetapi, pertarungan masih jauh dari selesai. Pria itu secara perlahan mencoba untuk berdiri kembali, sementara Luffy masih siap di mode Gear Fourth.

"Aku akan pergi menemui Sanji!!" ucap Luffy, kemudian melesat menuju Cracker dan bersiap untuk kembali menyerang, "Gomu gomu no..."

"Cracker-sama!!" jerit pohon-pohon dan bunga.

Cracker berdiri dan ikut mempersiapkan serangan, "Roll..."

"Kong gun!!" "Pretzel!!"

Gomu Gomu no Kong Gun Luffy dan tusukan pedang Roll Pretzel Cracker saling beradu. Sama-sama kuat, namun Kong Gun Luffy lebih unggul. Tubuh Cracker langsung terbelah menjadi dua oleh serangan itu.

Namun ternyata, tubuh besar itu hanya sebuah wadah. Seseorang yang ukurannya lebih kecil, seukuran manusia normal keluar dari dalamnya dan langsung menebas tangan panjang Luffy dengan pedangnya. Buru-buru Luffy pun menarik kembali lengan kanannya, "Gyaaahh!!"

Tubuh bulat Luffy memantul-mantul ke belakang. Dan ia masih tak mengerti, "Siapa kau!?" tanya Luffy pada pria yang keluar dari tubuh Cracker itu.

Pria itu mengenakan setengah jubah tanpa baju, tersenyum sambil jongkok di atas puing tubuh Cracker yang telah hancur. Tangan kanannya menggenggam pedang panjang, yang ia gunakan tadi untuk menyerang Luffy.

Ialah Cracker, tubuh asli Cracker.

"Fufu.." Cracker tersenyum. "Lumayan juga, kau bisa menghancurkan jubah pelindungku.." ucapnya. "Kau bertanya aku siapa? Akulah Komandan Cracker, dan yang tadi itu adalah jubah pelindung favoritku..."

"Jubah pelindung!? Bohong, tadi kau mengeluarkan darah!!" ucap Luffy.

"Itu cuma selai..." ucap Cracker. "Aku adalah manusia biskuit, aku bisa menciptakan biskuit dalam jumlah yang tak terbatas..."

Hanya dengan menepuk-nepukkan tangan, Cracker mampu membangun ulang wadah yang telah hancur tadi. Dan kini tak hanya satu, ia menciptakan Cracker-Cracker bertubuh besar seperti yang Luffy kalahkan tadi dalam jumlah yang banyak.

"Tak ada yang mengetahui identitas asliku, bahkan Pemerintah Dunia. Kenyataannya, foto di poster buronanku pun bukan foto asliku, melainkan hanya jubah pelindung.." jelas Cracker.

"Aku benci rasa sakit... Itulah kenapa aku bertarung menggunakan boneka jubah pelindung. Mati satu maka jumlahnya akan meningkat. Inilah impianku, bunga-bunga biskuit, pasukan yang tak terbatas..."

Saat ini, telah ada tak kurang dari enam Cracker raksasa di belakangnya. Semuanya siap dengan pedang dan perisai biskuit.

"Yang kau kalahkan itu hanya satu dari tentara yang bisa kuciptakan dalam jumlah tak terbatas..."

"!?"

Cracker masih tersenyum, menatap Luffy dan berkata padanya sekali lagi, "Kau tak akan pernah bertemu dengan Vinsmoke Sanji, paham?"

Tapi Luffy teringat dengan pesan Sanji, "Aku pasti akan kembali.."

Jadi ia menolak mentah-mentah pernyataan Cracker tadi, "Aku pasti akan menemui Sanji!!" ucapnya.

Luffy kemudian bersiap kembali dan melontarkan enam Kong Gun secara bersamaan pada keenam tentara biskuit Cracker.

Keenam perisai tentara boneka itu hancur oleh serangan Luffy, namun Cracker asli melesat n menusuk Luffy, "Honey... Pretzel!!"

Tusukan pedang yang mengarah langsung ke kepala, untungnya Luffy mampu menghindarinya.

......

Tak jauh dari sana, masih di hutan angker Big Mom, Nami berdiri sambil memegangi vivre card pemberian Lola, dan mahkluk-mahkluk Big Mom ketakutan akan aura yang dipancarkannya.

"Aku tak tahan lagi!!" jerit salah satu pohon. "Jangan dekat-dekat Cracker-sama atau Topi Jerami!!"

"Jadi..." Nami bertanya pada mereka semua. "Ayo jawab, siapa yang lebih kalian takuti, Komandan Cracker atau Big Mom?"

Nami bertanya dengan ekpresi yang mengerikan, kemudian serempak mahkluk-mahkluk Big Bom di tempat itu menjawab, "Kau!!"

......

Di dimensi lain, dunia cermin tempat Carrot dan Chopper terjebak...

"Dengar baik-baik, Carrot..." Chopper bicara dengan tatapan serius, "Mulai sekarang panggil aku Kak Chopper karena aku punya ide yang sangat bagus."

"Ide apa? Kachopper?" "Kachopper?"

"Bagian dalam dunia cermin ini terhubung dengan semua cermin di Pulau Whole Cake.." ucap Chopper.

"Kelihatannya memang begitu.." "Yang perlu kita lakukan bukan kabur dari sini, tapi kita harus memanfaatkan kekuatan Brulee!!"

......

Beralih ke ibukota Pulau Whole Cake, Sweet City...

"Pedro-san, Pedro-san, akhirnya kita berhasil masuk ke tubuh mahkluk ini.." Brook dan Pedro tengah bersembunyi di dalam tubuh tentara kue raksasa yang tengah menuju kastil.

"Ya, untuk sementara aksi penyusupan kita berjalan lancar. Tapi ingat benda ini bergerak oleh kemampuan Big Mom.."

......

Keesokan paginya, Kastil Big Mom...

Big Mom sedang bicara dengan kue-kue hidupnya.

"Apa kalian bisa memastikan kalau Si Kaki HItam tidak akan kabur..."

"Kemungkinannya nol persen!!" jawab salah satu kue.

"Pesta teh dan pernikahannya akan dilaksanakan di dalam kastil..."

"Hmm, para Vinsmoke masih belum sampai juga ya.."

"Aaa.. Soal itu, mereka baru saja menghubungi kalau mereka sudah sampai.." jelas salah satu kue.

......

Di pelabuhan, tampak dua putra tertua Vinsmoke berjalan masuk dengan disambut oleh pasukan mereka, termasuk ayahnya, Reiju dan Yonji..

"Akhirnya kalian sampai juga, putra-putraku tercinta.." ucap Judge, ayah Vinsmoke.

"Baru pulang tamasya ya.." ucap Yonji.

Sanji berada jauh di atas kastil, melihat ke arah mereka semua dengan tatapan kesal.

"Selamat datang kembali.." sapa orang-orang Germa 66.

Dua lelaki itu disambut oleh banyak orang, tapi putra nomor dua terlihat kesal karena Sanji tak ada di antara mereka.

"Dia tidak datang untuk menyambut kita..."

"Kau bawel sekali, Niji.." ucap putra nomor satu.

"Kalian sudah melewati perjalanan yang sangat panjang..." seru orang-orang Germa. "Dan berkat kerja keras kalian, kalian sudah menghentikan perang Broccoli yang telah berlangsung begitu lama!!"

"Niji-sama!!"

Putra kedua Keluarga Vinsmoke, Electric-shock Blue, Niji

"Ichiji-samaaaa!!"

Putra tertua Keluarga Vinsmoke, Sparking Red, Ichiji

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.